CILEGON, SSC – UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Pasar Blok F atau Pasar Kelapa, Kota Cilegon kerap dilanda banjir saat turun hujan. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah bersama unsur TNI/Polri beramai-ramai membersihkan tumpukan sampah yang berasal dari para pedagang dan rumah tangga.
Aksi bersih-bersih digelar pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Turut turi dalam aksi ini yakni personel dari UPT Pasar Kelapa, personil Disperindag, Polsek Cilegon, Koramil, Tagana dan paguyuban pasar Blok F.
Kepala pasar UPTP Pasar Blok F atau Pasar Kelapa E Dani Rachmat menceritakan, belakangan Pasar Blok F memang sering dilanda banjir. Saat banjir, ketinggian air mencapai 20 centimeter. Akibat kejadian itu membuat warga maupun pedagang terganggu aktivitasnya.
“Kalau udah musim hujan, air pasti masuk ke dalam pasar. Kedalamanya pun hampir mencapai 20 centimeter. Bahkan enggak jarang dengan kondisi tersebut dikeluhkan oleh para pedagang mapun pembeli di sana (dalam pasar,red),” kata Dani kepada Selatsunda.com di lokasi, Jumat (24/1/2020).
Ia menyatakan, banjir di Pasar Blok F disebabkan karena tidak adanya drainase/gorong-gorong dibagian barat dan selatan. Kondisi tersebut membuat air tidak dapat menampung derasnya air hujan.
“Dari dulu kan persoalannya enggak ada gorong-gorong atau drainase tuh. Karena itu, Pasar Blok F/Pasar Kelapa sering banjir. Nah, karena kondisi tersebut, pada hari ini, Jumat (24/1/2020) kita (UPT Pasar Blok F) menggelar kerja bakti di sini,” jelas Dani.
Ia berharap aktivitas bersih-bersih itu dapat menginspirasi masyarkat, pedagang mau pun warga agar tida membuang sampah di saluran air.
“Soal sampah ini juga tanggung jawab masyarakat juga, pemerintah hanya memfasilitasi sarananya saja. Kalau masyarakatnya masih membuang sampah di saluran, di kali, dan di sungai, maka Kota Serang akan sering kebanjiran,” jelasnya.
Mengenai pembangunan gorong-gorong atau drainese, mantan staf Seketaris DPRD Cilegon ini mengaku, jika ada rencana akan dilakukan pada tahun ini.
“Tahun ini rencana membangun gorong-gorong akan dilakukan. Untuk anggaranya saya pribadi enggak tahu berapa? Tapi yang jelas, saya senang jika pemerintah mau membangun gorong-gorong tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Sumiati salah seorang pedagang di Pasar Blok F mengaku sangat bangga dengan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh UPT Pasar Blok F, Disperindag dan jajaran pihak Polri/TNI tersebut.
“Yah senang aja mba kalau pasarnya bersih enggak banjir apalagi ada gorong-gorong. Soalnya kalau banjir yang rugi kita (pedagang). Karena jualan kita enggak laku,” keluhnya. (Ully/Red)

