CILEGON, SSC – Pelaksanaan angkutan Lebaran 2019 di Pelabuhan Merak tergolong lancar dan sukses termasuk pengoperasian Terminal Eksekutif di Dermaga 6. Namun dibalik kesuksesan itu masih ada persoalan pemanfaatan lahan Pemerintah Kota Cilegon oleh PT ASDP di Terminal Eksekutif. Rencana kerjasama pemanfaatan lahan sekitar 2 dari 6,6 hektar lahan milik pemkot tak kunjung tuntas diselesaikan kedua belah pihak.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP, Chistine Hutabarat mengatakan, sejauh ini proposal tentang pemanfaatan lahan oleh pihaknya untuk lahan terminal eksekutif sudah disampaikan ke pemkot Cilegon. Proses saat ini sedan dibahas kedua pihak.

“Belum ya, masih ada pembahasan di pemerintah kota juga. Tetapi proposal dari kami sudah masuk. Memang mereka dalam tahap pembahasan, kami juga menunggu,” ujarnya ditemui di Terminal Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Ciegon, belum lama ini.

Disinggung sudah adakah harga lahan yang ditawarkan ASDP, Christine mengaku sudah menyiapkannya. Namun, pihaknya masih merahasiakan besaran harga penawaran lahan yang akan dikerjasamakan tersebut.

“Karena kita punya lembaga independen untuk harga tersebut. Kalau masalah harga, nanti saja ya,” terangnya.

Mengenai opsi bentuk kerjasama, ia juga enggan memaparkan hal tersebut. Hasil kerjasama akan disampaikan jika pembahasan antara pemkot dan ASDP telah mengerucut.

“Isinya seputar bentuk kerjasama yang paling optimal. Kita belum bisa share ini, karena sama pemkot sedang digodok. Nanti setelah kita dapat bentuk yang paling baik, nanti kita share,” paparnya.

Sementara secara terpisah dikonfirmasi, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku sudah menghubungi Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Chistine Hutabarat akan hal tersebut. Komunikasi itu menyangkut kewajiban ASDP yang belum menyelesaikan pengurusan IMB termasuk juga soal kerjasama pemanfaatan lahan.

“Harusnya kan notaris yang mengurusin perizinan dan sebagainya dan IMB juga belum selesai. Tadi (Senin,red) saya telepon dirut dan direktur ASDP-nya, itu hubungannya dengan IMB dan sewa lahannya. Coba lihat jam berapa saya telepon bu Christine, bu Ira jam berapa,” ujar Edi sambil menunjukan riwayat telepon kepada awak media ketika menghubungi para direksi ASDP itu.

Ia menilai, lambatnya pembahasan tersebut oleh ASDP bukan tanpa dasar. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran birokrasi di ASDP begitu kompleks.

“Ternyata birokrasi dia itu, BUMN itu pusing juga, nggak kayak kita. Kalau kita, habis anggaran, akhir anggaran harus habis semua, harus diserap semua. Kalau dia itu, ada juga tuh termin yang belum kebayar semua,” tuturnya.

Ia mendesak agar ASDP tidak mengabaikan kewajibannya memanfaatkan lahan pemkot sebagaimana saat ini pemanfaatan itu sudah dilakukan dengan pengoperasian pintu masuk dan lahan pemkot lain di terminal eksekutif. Jika tak cepat menggubris, pemkot tak akan segan akan menggembok terminal eksekutif.

“Seberang saya dewan sudah nanya-nanya aja itu, kapan akan menyelesaikan itu. Masak saya harus palangin mobil. Tapi kalau memang masih begitu, mau saya gembok nanti itu,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here