Walikota Cilegon, Edi Ariadi diminta tanggapan awak media dikantornya terkait polemik adanya aktivitas pembuangan lumpur Lotte di lahan Pelabuhan Warnasari, Senin (8/7/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi akhirnya buka suara terkait polemik aktivitas pembuangan lumpur PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) ke lokasi lahan Pelabuhan Warnasari. Edi mengaku telah memberi restu kepada PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku Badan Usaha Pelabuhan yang mengelola Pelabuhan Warnasari untuk menjalankan aktivitas tersebut.

Edi menerangkan, rencana aktivitas di lahan Pelabuhan Warnasari tersebut sudah diketahuinya dari PCM sebelum dimulai. Menanggapi itu, Pemerintah Kota Cilegon selaku pemegang saham PCM tidak melarang rencana pemanfaatan lumpur Lotte untuk pengurugan lahan Pelabuhan Warnasari. Sebaliknya, ia menyarankan kegiatan itu justru bisa memberi manfaat ke PCM terutama untuk membuka akses jalan masuk ke Pelabuhan Warnasari yang selama ini masih terkatung-katung.

“Sepanjang pembuangan lumpur itu bermanfaat untuk PT PCM, termasuk peninggian (lahan) dan sebagainya, itu kan bisa mengurangi cost nanti,” ujar Edi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (8/7/2019).

Baca : Diduga Disalahgunakan, Lumpur Hasil Pengurugan Lotte Dibuang ke Lahan Pelabuhan Warnasari

Dipaparkan kembali oleh Edi, pembuangan lumpur Lotte di warnasari bukan merupakan area hutan manggrove. Namun seperti informasi yang diterima pihaknya dari PCM, pembuangan itu ada di area rawa atau semak belukar.

“Katanya memang banyak manggrove. Itu sebetulnya manggrove-nya ada dimana? harus dilihat di amdal juga, bukan di tanah kita. Tapi (lahan Pelabuhan Warnasari) banyaknya semak belukar,” tuturnya.

Baca juga : PCM Bantah Pelabuhan Warnasari Disalahgunakan Untuk Pembuangan Lumpur Lotte

Soal aktivitas tersebut dapat mempengaruhi pengurusan izin Amdal Pelabuhan Warnasari, Edi mengira tak akan berdampak sejauh itu. Aktivitas itu tidak akan menghambat upaya PCM menyelesaikan Amdal Warnasari yang saat ini tengah berproses.

“Nggak juga (mempengaruhi pengurusan Amdal Pelabuhan Warnasari). Karena secara geografis kan memang sudah di Amdal juga. Lotte sudah di Amdal, kita juga di Amdal. Sekali lagi apabila disposal itu tidak bermanfaat buat kita, kita tidak mau,” terang dia.

Diketahui sebelumnya, Direktur Utama PT Pelabuhan Cilegon Mandiri, Arief Rivai Madawi membantah bila tempat lumpur tersebut dibuang disebut sebagai bentuk penyalahgunaan lokasi Pelabuhan Warnasari. Pembuangan tersebut hanya bermaksud memanfaatkan lumpur bekas milik Lotte untuk pengurugan lokasi rawa atau semak belukar di Pelabuhan Warnasari. Karena ada sekitar 3 hektar lahan di lokasi yang kerap tergenang ketika terjadi abrasi atau banjir rob. Pihaknya juga membantah dengan tegas jika ada pihak yang menyebut lokasi semak belukar warnasari merupakan lahan manggrove.

Pemanfaatan lumpur itu, kata Arief memiliki tujuan jangka panjang. Kerjasama pembuangan lumpur yang melibatkan PT Nira selaku pengangkut material dan diketahui oleh LCI ini dilakukan untuk persiapan akses jalan utama Pelabuhan Warnasari. Dalam kerjasama tersebut PCM melibatkan Lotte Engineering and Construction Hans Jaya, salah satu perusahaan Lotte Group.

Edi yang menanggapi kerjasama PCM itu lagi menegaskan aktivitas pembuangan lumpur Lotte tetap harus dipertanggung jawabkan. Jangan sampai justru memberikan dampak buruk kepada Pelabuhan Warnasari.

“Saya gak mau pembuangan lumpur ke Pelabuhan Warnasari tidak dipertanggung jawabkan. Jangan sampai cuman kaya buang sampah. Itu saya gak mau,” pungkas mantan Kepala Bappeda Cilegon. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?