Spot Iklan Atas Artikel
Spot Iklan Atas Artikel
Klik disini untuk pasang iklan

CILEGON, SSC – Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Abdul Ghofar menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan kepada Kepala Daerah Pemerintah Kota Cilegon untuk menambah anggaran yang dibutuhkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Cilegon. Hal itu disampaikan karena sumber anggaran DPAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 dinilai terlalu kecil. Padahal jika dibandingkan dengan tugas dan tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Jalan Jayakarta, Kelurahan Ramanuju itu tidak sebading atau dianggap sangat besar.

“Bagi saya anggaran yang dimiliki oleh DPAD memang perlu ditambah. Karena, mereka memang memiliki program kerja yang cukup besar. Sekarang kan mereka bukan lagi badan tapi udah menjadi dinas. Jadi tolong diperhatikan oleh kepala daerah atau Banggar (Badan Anggaran) untuk mengevaluasi anggaran tersebut,” Ungkap Ghofar kepada SSC di Ruang Fraksi PKS DPRD Cilegon, Senin (16/04/2018).

Anggaran yang dimiliki oleh DPAD selama ini, sambung Ghofar, dinilai tidak bisa mendukung berbagai program yang sudah ada. Salah satunya, dibutuhkan Perpustakaan Digital karena saat ini DPAD sudah tidak dapat lagi menampung seluruh arsip atau berkas daerah di area penyimpanan yang terbatas.

Spot Iklan Tengah Artikel
Spot Iklan Tengah Artikel
Klik disini untuk pasang iklan

“Sempat sebelumnya dari Ibu Nurfatma (Kadis DPAD) curhat jika mereka tidak memiliki space untuk menempatkan dokumen-dokumen penting milik Pemkot Cilegon. Oleh karena itu, dibutuhkan perpustakaan digital berbentuk hard copy untuk menempatkan dokumen penting tersebut. Dengan adanya perpustakaan digital ini, sebagai salah satu solusi yang perlu digagas oleh Pemkot,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis DPAD Kota Cilegon, Nurfatma ketika dikonfirmasi mengakui bahwa pihaknya belum dapat secara optimal menjalankan program yang telah direncanakan karena keterbatasan anggaran. Penyediaan perpustakaan digital, papar Nurfatmah, dinilai salah satu program yang penting untuk diimplementasikan sekalipun didorong lewat sumber dana non APBD. Program itu, sambungnya, bertujuan untuk menyimpan arsip dan berkas daerah secara digital dengan maksud mengimbangi perkembangan teknologi saat ini seiring dengan visi dan misi pemkot cilegon mempercepat pembangunan.

“Sekarang mah semua program yang kita jalankan bukan dari APBD melainkan dari anggaran sendiri. Sekarang aja, personil dinas tapi anggaran sekelas kantor. Cukup sedih juga dengan kondisi saat ini. Saya sih berharap, Pemkot bisa memperhatikan kondisi kami. Apalagi, pas HUT Cilegon, kita pun akan meresmikan perpustakaan digital dengan anggaran Non APBD,” pungkasnya (Ully/Red)

Spot Iklan Bawah Artikel
Spot Iklan Bawah Artikel

Klik disini untuk pasang iklan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here