SERANG, SSC – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dipiter) Bareskim Mabes Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 50.000 bibit lobster yang diduga akan didistribusikan secara ilegal saat berada di sebuah eks villa di Kosambi, Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Selain bibit lobster, Bareskrim Mabes Polri yang dibantu Polres Cilegon turut mengamankan 10 terduga pelaku yang terlibat dalam praktek dugaan penyelundupan itu.

Informasi  yang dihimpun wartawan selatsunda.com, aksi penggerebekan di gudang penyimpanan bibit lobster dilakukan sekitar 09.00 wib. Diketahui, penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan atas adanya laporan masyarakat. Petugas kemudian melakukan pengembangan secara intensif. Pada saat penggerebekan, petugas mendapati 50.000 bibit lobster yang disimpan didalam gudang pengepul di wilayah Kosambi yang sebelumnya lokasi itu digunakan sebagai tempat usaha villa. Barang bukti yang didapat langsung diamankan dan pekerja yang ada digudang juga turut diinterogasi petugas di lokasi kejadian dan diproses lebih lanjut.

Kanit Direktorat Tipiter Bareskim Mabes Polri, Kompol Agung Yudi Adi Nugraha yang memimpin penggerebekan mengatakan, Aktivitas dugaan penyelundupan bibit lobster itu telah dipantau sejak lama oleh pihaknya. Dalam penelusuran kasus itu, kata Kompol Agung, gudang itu telah sejak lama beraktivitas secara ilegal dan bahkan telah melakukan pengiriman sebanyak 5 kali ke Jambi dan negara Singapura.

“Dalam penggerebekan yang kita lakukan ini, kita berhasil mengamankan Rp10 miliar kerugian negara dari penyelundupan bibit lobster ini. Selain mengamankan kerugian negara, kita (Mabes Polri,red) juga telah mengamankan 10 orang sebagai tukang packing barang dan langsung dibawa ke Mabes Polri untuk diminta keterangan jelas,” Ungkapnya, Senin (16/04/2018).

Bibit lobster yang berhasil diamankan kali ini, Sambung Agung, diperoleh dari beberapa area diantaranya Pantai Selatan Pelabuhan Ratu Sukabumi dan Binuangen. Paket bibit itu, dijelaskannya, dikirim melalui jalur darat.
“Penggerebekan yang kita lakukan kali ini, merupakan hasil informasi dari masyarakat jika ada gudang bibit lobster.

Dari hasil informasi, langsung kita lakukan pengembangan dan selanjutnya dilakukan kembangkan hari ini,” tambahnya.
Senada dengan Kompol Agung Yudi Adi Nugraha, kanit Direktorat Tipiter Bareskim Mabes Polri,  Kapolres Cilegon, Rizki Agung Prakoso menyebutkan hal yang sama. Bibit dibeli dari Indonesia kemudian dijual ke luar negeri dengan harga yang cukup mahal.
“Sistemnya orang luar diambil dari pelaku masih murah, di luar negeri ditangkar lagi. Nah kemudian sudah besar mahal kan itu, kemudian mereka jual lagi ke kita,” Terangnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here