Tim SAR Gabungan menemukan korban terakhir nelayang yang hilang dalam insiden tenggelamnya KM Barokah, Perairan Binuangeun, Kabupaten Lebak. Jasad korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian pada hari keenam pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Foto Istimewa

LEBAK, SSC – Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten akhirnya menemukan korban  terakhir yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya KM Barokah  di Peraian Binuangeun,  Kabupaten Lebak, pekan lalu.  Korban nelayan bernama Andi (32), warga Kampung Karang Kencana RT 005 RW 002, Desa Muara,  Kecamatan Wanasalam,  Kabupaten Lebak ditemukan dipinggir pantai sekitar 300 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/7/2018).

“sudah kita temukan tadi sekitar jam 14.00 WIB. kita temukan jasad korban ada di pinggir pantai,  kira-kira 300 meter dari lokasi kecelakaan kapal, ” ungkap Koordinator Tim SAR KPP Banten,  Hairoe Amir Abyan dikonfirmasi.

Pasca ditemukan,  kata Hairoe, jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat dan kemudian dibawa ke rumah keluarga korban untuk dikebumikan.

“Hari ini,  hari keenam pencarian. Nelayan yang hilang sudah kita temukan semua. Artinya,  operasi pencarian kita tutup,” tandasnya.

Diketahui,  Kapal Nelayan KM Barokah yang tengah mencari ikan di Perairan Binuangeun,  Kabupaten Lebak,  tenggelam,  Kamis (19/7/2018). Tiga perahu kincang (katir) yang berusaha menyelamatkan nelayan di kapal itu malah turut tenggelam. Diduga kapal dan 3 perahu itu tenggelam karena disapu gelombang tinggi.  Dua dari 12 nelayan bernama Rudi dan Andi diatas kapal dan perahu itu dinyatakan hilang.  (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here