
CILEGON, SSC – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mengakui bahwa minimnya sumur resapan. Padahal sumur resapan ini berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menyatakan saat ini sumur resapan ada sebanyak 600 yang tersebar di Cilegon. Enam ratus sumur resapan ini sebelumnya dibangun oleh Bappedalitbang. Namun, keberadaan sumur resapan yang sudah ada ini, membutuhkan perawatan yang optimal.
“Sudah ada 600 titik sebelumnya oleh Bappedalitbang. Tapi butuh perawatan agar sumur resapan bekerja dengan baik,” kata Sabri, Senin (19/1/2026).
Menurut Sabri, dengan kejadian bencana banjir yang terjadi beberapa minggu lalu, semestinya Cilegon memiliki ribuan sumur resapan agar bisa menampung air ketika terjadi hujan.
“Semestinya ada ribuan sumur resapan tersebar di beberapa titik di Kota Cilegon. Tapi saat ini baru ada 600 sumur resapan saja. Itu pun 600 sumur resapan yang ada butuh perawatan agar sumur resapan bekerja dengan baik,” ujar Sabri.
Senada dengan Sabri, Kabid Perencana Lingkungan Hidup dan Keragaman Hayati DLH Cilegon, Asep Fatuhrohman menegaskan pembangunan sumur resapan bukan untuk menghilangkan banjir di Kota Cilegon. Melainkan mengurangi waktu genangan air dari 1,5 jam hingga 2-3 jam. Ia menyatakan, untuk tahun ini, melalui CSR (Corporate Social Responsibility) akan ada 3 ruas jalan yang akan dibangun untuk sumur resapan.
“Ini atas CSR dari PT KTI. Target kami di 2 kecamatan yaitu, Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Cilegon) itu tergantung genangann dan panjangnya kita hitung kita bangun titiknya. Harapan kami sih bisa diikuti oleh industri lain yang ada di cilegon. Untuk titik-titik potensi menimbulkan genangan ketika terjadi hujan,” pungkasnya. (Ully/Red)




