Layanan video call bagi warga binaan pemasyarakatan Lapas Klas II A Kota Cilegon untuk silaturahmi dengan keluarga. Foto : Dokumentasi Lapas Cilegon.

CILEGON, SSC – Demi menekan dan meminimalisasi terjadinya penyebaran Covid-19 pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Cilegon tak membuka layanan kunjungan secara langsung kepada keluarga narapidana.

Namun untuk mengganti rasa rindu kepada keluarga dan narapidana, Lapas Cilegon menggelar silatuhrami keluarga secara virtual melalui video call.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Kota Cilegon Muhamad Khapi mengatakan, pelayanan secara virtual dengan video call ini dibuka selama 3 hari (13-15/5/2021) mendatang. Jam operasional layanan virtual dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul
12.00 WIB.

“Karena kami (Lapas Cilegon) tidak memperbolehkan kunjungan ke Lapas Cilegon di momen Lebaran, kami ganti dengan kunjungan secara virtual. Masing-masing napi diberikan kesempatan untuk melepas rindu kepada keluarganya selama 30 menit. Karena semua napi di sini memiliki hak yang sama untuk bisa melepas rindu bersama keluarganya,” kata Muhamad Khapi kepada Selatsunda.com,” Kamis (13/5/2021).

Baca juga  1,5 Tahun Corona, Belasan Ribu Karyawan di Kabupaten Serang Kena PHK dan Dirumahkan

Khapi sapaan akrabnya ini, mengingatkan kepada petugas untuk melakukan standar operasional prosedur sesuai protokol kesehatan saat melayani keluarga yang akan mengantarkan makanan bagi narapida.

“Serta dapat melayani dengan penuh kesabaran dan secara humanis,” ucapnya.

Lanjut Khapi, selain membuka layanan video call, Lapas Cilegon menyediakan makanan khas Lebaran kepada keluarga narapidana disaat melakukan kunjungan virtual di lapas.

“Kita izinkan apabila keluarga napi ingin menitipkan makanan Lebaran untuk keluarga yang berada di dalam. Meskipun kami juga menyiapkan makanan khas Lebaran seperti opor ayam dan ketupat, tapi kami memperbolehkan keluarga napi untuk menikmati makanan khas Lebaran,” ujarnya.

Disinggung soal antisipasi penyeludupan hal-hal yang mencurigakan di selama makanan, Khapi menegaskan, pihaknya akan teliti terhadap seluruh makanan yang dibawa oleh keluarga napi.

Baca juga  200 Balita di Merak Alami Gizi Buruk

“Sebelum diserahkan kepada para napi, pastinya makanan yang udah dibawa keluarga kami cek dengan teliti sekali baik makanan basah maupun kering. Bahkan, makanan yang di masukin ke dalam kantong pelastik, kita bongkar lagi. Bukan maksud untuk mengacak-acak makanan yang dibawa, tapi ini bentuk antisipasi kami terhadap makanan yang dibawa,” terangnya. (Ully/Red)