
CILEGON, SSC – Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengajak insan pers untuk dapat mempromosikan pariwisata yang ada di Banten saat menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2026. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti saat menjadi nara sumber dalam kegiatan Temu Media yang diinisiasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Banten dengan Biro Adpim Setda Provinsi Banten di Gedung Balai Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Rabu (3/12/2025).
Eli Susiyanti menyatakan, media mempunyai peran besar untuk berkontribusi terhadap pariwisata di Banten. Sebaliknya juga, pemberitaan juga dapat memberikan dampak besar terhadap parawisata sehingga jumlah wisatawan menjadi menurun.
“Ini kejadian (jumlah wisatawan menurun) soalnya Tahun 2024 kemarin isunya megatrust, saat itu,” ucap Eli.
Dari data yang dimiliki Dispar Banten, Jumlah wisatawan di beberapa kabupaten/kota di Tahun 2024 menurun dibanding Tahun 2023. Seperti Jumlah wisatawan di Kabupaten Pandeglang pada 2024 tercatat 38.983 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding Tahun 2023 sebanyak 70.225 orang. Untuk jumlah wisatawan di Kabupaten Serang juga mengalami penurunan di Tahun 2024 tercatat sebanyak 35.706 orang. Jumlah tersebut menurun dibanding Tahun 2023 sebanyak 73.292 orang.
Sementara untuk jumlah wisawatan di Kabupaten Lebak di Tahun 2024 naik namun tidak signifikan. Pada tahun 2024, jumlah wisata sebanyak 59.749 orang. Angka tersebut naik dibanding Tahun 2023 sebanyak 58.730 orang.
“Jadi penurunan sangat siginifikan (Tahun 2024) dibanding Tahun 2023. Hampir di kabupaten kota di Banten menurun. Kecuali di kabupaten Lebak, kenaikannya hanya sedikit. Terus juga di Kota Serang, itu juga ada kenaikan sedikit,” ucapnya.
Dalam menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Eli mengajak media untuk membantu mempromosikan wisata di Banten agar jumlah wisatawan meningkat. Promosi itu bisa lewat ekplorasi potensi wisata. Jikapun ada prediksi terkait potensi-potensi cuaca atau potensi kejadian alam, hal itu dapat lebih dahulu dikonfirmasi.
“Yuk kita sama-sama menjaga kondusifitas keparawisataan di Banten dengan hal yang positif, mendorong potensi wisata. Kalaupun ada statement dari BMKG, agar dapat dikarifikasi atau ke kami agar pemberitaan lebih smooth,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eli juga menyinggung Dispar Banten telah menyiapkan program dalam menghadapi Nataru 2026. Program itu adalah Siaga Wisata. Di mana tujuannya untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan yang berwisata di Banten dan juga masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Pada program itu, Dispar Banten juga menyediakan pusat informasi baik terkait dengan situasi dan kondisi parawisata dan juga lalu lintas. Dalam menjalankan program Siaga Wisata, Dispar Banten juga berkoordinasi dengan sejumlah otoritas baik Kepolisian, Dinas Perhubungan, BMKG dan lainnya.
Dispar juga melibatkan Balawista dan 150 relawan Pokdarwis. Mereka akan ditempatkan di 49 pos pantau wisata di tiga obyek wisata pantai di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. (Ronald/Red)




