Bacalon Wakil Bupati Pandeglang dari NasDem, Pujiyanto diwawancara awak media di DPW PPP Banten, Kemarin. Foto Ronald/Srlatsunda.com

SERANG, SSC – Perhelatan Pilkada Pandeglang semakin menarik. Meski belum panas, perpolitikan sudah mulai menghangat. Bursa nama bakal calon bupati dan wakil bupati arus poros perubahan pun sudah mulai bermunculan.

Selain kader PKB, Thoni Fatoni Mukson maju sebagai Bacalon Bupati Pandeglang didorong koalisi antara PKB dan PPP, nama bacalon lain turut muncul. Ada nama bacalon dari Perindo, Aap Aptadi dan kader PPP, Imat.

Tidak ketinggalan dalam deklarasi koalisi PPP-PKB, hadir pula bacalon lain yakni anggota DPRD Kota Serang dari Nasdem, Pujiyanto. Ia dalam orasi politiknya menyampaikan siap maju sebagai bacalon wakil bupati Pandeglang mendampingi Thoni Mukson.

Ditemui awak media, Pujiyanto yang diminta tanggapan soal pernyataannya akan mendampingi Thoni Mukson, mengaku siap. Ia menyambut baik bisa meramaikan bursa pilkada Pandeglang bersama bacalon lain dari Perindo, Aap Aptadi dan kader PPP, Imat.

Yang terpenting, kata dia, perpolitikan di pilkada Pandeglang tidak boleh sepi. Dengan ramainya bursa bacalon yang muncul dari poros perubahan akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menentukan pimpinan Kabupaten Pandeglang kedepan selain petahana.

“Prinsipnya, saya menyambut baik rekan-rekan (Aap Aptadi dan Imat) yang ikut serta berkontentasi di Pandeglang. Karena beliau-beliau adalah putra daerah. Yang terpenting Pandeglang jangan sampai pesta rakyat itu menjadi sunyi. Ini harus ramai dan bisa diinikmati masyarakat Pandeglang,” ujarnya di Kantor DPW PPP Banten, Kemarin.

Pujiyanto untuk mulus melenggang di Pilkada Pandeglang mengklaim telah berkoordinasi dengan DPP Partai Nasdem terkait pencalonannya. Partainya akan mendukung penuh apabila sudah ada surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh PPP dan PKB.

Soal posisi bacalon wakil bupati yang diincar, Pujiyanto memang mengakui tidak ambisius untuk maju bacalon bupati Pandeglang. Itu dipilihnya karena sebagai sosok yang baru dan muda masih harus banyak menimba ilmu politik dari politisi-politisi senior.

“Saya telah melamar kepada para alim ulama dan ulama, kenapa karena saya tahu diri dan menempatkan diri sebagai sosok anak muda yang pada prinsipnya sebagai regenerasi anak bangsa, harus betul-betul terlebih dahulu ikut dan belajar kepada senior. Ini bentuk hormat dan takzim saya kepada senior. Pak Thoni Mukson adalah politisi senior dan saya harus banyak belajar dari beliau,” tegas pria disapa Puji.

Sejauh ini soal sosok pemimpin di Pandeglang, kata dia, masyarakat perlu figur baru. Figur yang menurutnya bisa membuat terobosan di Pandeglang.

Kata dia, baik dirinya dan bacalon lain dari poros perubahan berkomitmen maju untuk menjadikan Pandeglang berkah. Dimana keberkahan itu hadir jika Pandeglang dipimpin oleh seorang laki-laki.

“Pandeglang perlu figur yang baru, perlu figur-figur yang mampu membuat terobosan. Kita ini dalam rangka menjemput Pandeglang berkah. Minimal keberkahan itu hadir ketika seorang imam seorang laki-laki. Minimal kalau kita dipimpin seorang laki-laki, nilai keberkahan dari Allah SWT, itu ada, itu hadir dan dirasakan masyarakat,” paparnya.

Disinggung jika nanti tidak dipilih, ia mengaku siap menjadi bagian pemenangan bacalon bupati dan wakil bupati yang diusung poros perubahan. Dia akan tetap mengibarkan bendera perlawanan.

“Walaupun saya tidak terakomodir nantinya dan saya tidak masuk dalam kategori hasil survei yang dilakukan oleh Tim Survey Partai Politik baik PKB dan PPP sebagai Bupati atau wakil bupati saya akan tetap melakukan dan mengibarkan bendera perlawanan,” tegasnya.
(Ronald/Red)