Walikota Cilegon, Edi Ariadi memantau lahan pemakaman khusus pasien meninggal terkait Covid-19 di wilayah Kecamatan Cikerai dan Cibeber, Kota Cilegon, Senin (15/9/2020). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota Cilegon menyediakan makam untuk jenazah pasien Covid-19 di wilayah Cikerai belum berjalan mulus. Rencana masih terkendala oleh akses jalan yang rusak dan belum adanya penerangan.

Kabid Sarana dan Aristektur Kota pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Cilegon, Edi Hendarto membenarkan makam yang telah disiapkan belum dapat digunakan. Saat ini, jenazah pasien Covid-19 dikuburkan di tempat pemakaman umum di wilayah Cikerai.

“Menuju ke lokasi makam khusus pasien covid-19 jalannya masih belum bagus. Harus pengerasan dulu struktur tanah di sana. Ditambah lagi, penerangan di sana juga masih gelap gulita. Kalau sudah diperbaiki dan penerangan sudah ada, baru bisa digunakan,” kata Edi dikonfirmasi, Kamis (15/10/2020).

Baca juga  Pelantikan Sekda Kota Serang Tunggu Persetujuan KASN

Sejauh ini, kata dia, Disperkim telah mengajukan kebutuhan anggaran dari biaya tak terduga (BTT) sejak dua pekan lalu. Kebutuhan anggaran untuk pekerjaan pengerasan dan penerangan diajukan sebesar Rp 244 juta.

“Kebutuhanya Rp 244 juta untuk pengerasan dan penerangan saja. Kenapa kami butuhkan itu, khawatir ada pasien yang meninggal yang di kuburkan pada malam hari, tetapi penerangan dan akses jalanya masih kurang optimal. Karena selama ini, untuk di kuburan umum, kami maasih menyewa genset dan lampu dengan anggaran yang cukup besar,” tambah Edi.

Ia optimis, dengan lahan seluas 4.700 meter persegi mampi menampung ratusan jenazah pasien Covid-19. Di mana setiap jenazah ditempatkan di liang lahat berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter.

Baca juga  PT Krakatau Posco Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Cilegon

“Dengan total 4.700 meter persegi ini saya kira mampu menampung 750 pasien corona,” pungkas Edi.

Perlu diketahui, berdasarkan peta sebaran Covid-19 Pemkot Cilegon pada hari ini pukul 16.00 WIB, total pasien corona yang meninggal dunia menembus 17 orang. Dari 8 Kecamatan di Kota Cilegon, 3 Kecamatan yang paling banyak korban meninggal akibat Corona. Diantaranya, Kecamatan Cilegon mencapai 4 orang, Kecamatan Jombang mencapai 4 orang dan Kecamatan Cibeber mencapai 4 orang. Sedangkan untuk Kecamatan Pulomerak 3 orang, Kecamatan Grogol 1 orang, Kecamatan Citangkil 0, Kecamatan Ciwandan 1 orang dan Kecamatan Purwakarta 0. (Ully/Red)