Petugas tengah melayani pemohon di Mal Pelayanan Publik Kota Cilegon. Foto Dok Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cilegon telah memiliki 22 gerai layanan. Kini MPP akan menambah satu gerai baru.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiadna mengatakan, satu gerai pelayanan baru itu diajukan oleh PT Taspen. Dendi bilang PT Taspen tertarik untuk membuka gerai di MPP Cilegon karena pengunjung kian hari bertambah. Oleh karenanya PT Taspen mengajukan untuk membuka gerai di MPP Cilegon.

“Penganjuan dari PT Taspen, ingin membuka tenant di MPP. Hal ini melihat daftar kunjungan ke MPP semakin hari semakin bertambah. Ini
menarik bagi PT Taspen untuk meningkatkan cakupan pelayanannya, terutama bagi pensiunan,” ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Baca juga  Kisah Pelajar Cilegon, Bayu Bakhtiar Sukses Raup Omset Puluhan Juta, Ini Bisnisnya

Dendi mengungkapkan, saat ini gerai pelayanan yang ada di MPP Cilegon sebanyak 22 gerai dengan 123 layanan. Saat awal MPP beroperasi, gerai berjumlah 18 gerai. Kemudian seiring waktu berjalan gerai bertambah 4 gerai baru.

“Saat ini MPP sudah ada 22 tenant. Sudah bertambah awalnya itu saat pembukaan 18, berarti tambah 4. Yang terbaru ini dengan PT Taspen,” ungkapnya.

Ia menyatakan, saat ini gerai di MPP sudah terisi penuh. Namun untuk menempatkan gerai baru, pihaknya akan berkoordinasi dengan gerai yang sudah berdiri. Yakni dengan menyesuaikan waktu operasional.

“Tentu karena tenant-nya terbatas, kita akan koordinasikan dengan tenant yang tidak full (pelayanan),” paparnya.

Kedepan kata Dendi, jika fasilitas untuk tenant di MPP telah benar-benar penuh maka pihaknya akan mengusulkan kepada pimpinan untuk meningkatkan layanan. Beberapa kemungkinan opsi yakni memperluas gedung atau membangun gedung baru.

Baca juga  Dapat Penghargaan ke-76, Helldy Dinobatkan Sebagai Tokoh Pejabat Inovatif Pendorong Peningkatan SDM Melalui Pendidikan

“Mungkin nanti akan dirapatkan oleh pimpinan, solusi-solusi apa saja, apakah penambahan gedung, atau akan dibangun gedung baru ini, tentu perlu ada kajian,” pungkasnya. (Ronald/Red)