CILEGON, SSC – Vice President Corporate Communication Transmart Satria Hamid secara tegas menolak keputusan Walikota Cilegon Edi Ariadi dengan menututup dua lantai (lantai 3 dan lantai 4) yang dianggap sebagai lokasi yang banyak menimbulkan kerumunan masa.
Menurutnya, keputusan yang diambil ini terlalu diambil oleh pemerintah. Bahkan, pemerintah dianggap tidak memikirkan akan dampak yang terjadi dikemudian hari.
“Kami (managemen) sudah menerima surat penutupan secara lisan dari Pak Walikota (Edi Ariadi) di area lantai 3 dan 4. Kenapa begitu cepat keputusan penutupan itu? Kalau ditutup kasihan karyawan yang bekerja di sana. Karyawan yang bekerja di sana kan merupakan warga Kota Cilegon. Kasihan kalau ditutup. Semestinya harus kita lindungi bukan seperti ini caranya,” kata Transmart Satria Hamid saat dihubungi melalui sambungan telephone genggamnya,” Rabu (23/12/2020).
Ia menjelaskan, dampak dari penutupan dua lantai ini, mengakibatkan, ratusan pegawai menjadi pengangguran.
“Bisa dibilang 700 pekerja jadi pengangguran. Kasihan mereka yang udah semangat kerja tiba-tiba ditutup. Lagian juga kami sudah mengikuti arahan Tim Gugus Tugas Cilegon untuk menjaga jarak, memakai masker, kita juga sudah siapkan tenda dan kursi untuk menunggu, Warga Cilegon itu butuh hiburan bosan kalau di rumah aja. Sebenarnya kita ini enggak salah. Jadi kenapa harus ditutup oleh pemerintah,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Walikota Cilegon Edi Ariadi menutup dua lantai di Mal Transmart. penutupan ini, lantaran kondisi di kedua lantai mal ini menimbulkan kerumunan masa.
“Jadi kesimpulan mulai hari ini, kami (Gugus Tugas Satgas Covid-19) Kota Cilegon menutup lantai 3-4 di Transmart Cilegon. Sudah saya tandatangani keputusan dua lantai tersebut. Untuk lantai 3 merupakan area permainan sedangkan di lantai 4 area bioskop. Kenapa kita tutup? Karena kedua lantai ini cukup krodit menimbulkan banyak kerumunan,” kata Edi. (Ully/red).

