Satu kendaraan berplat merah terjaring dalam Pperasi Zebra 2018 yang dilaksanakan Satlantas Polres Cilegon di Jalan Sumampir, Cilegon, Kamis (1/11/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ratusan kendaraan baik kendaraan roda dua dan angkutan kota terjaring dalam operasi Zebra 2018 yang dilaksanakan Satuan Lantas Polres di Jalan Sumampir, Kota Cilegon, Kamis (1/11/2018). Dalam Operasi hari ketiga yang digelar saat jam pulang kerja ini didapati banyak pengendara yang di tindak melanggar (tilang) lantaran tidak melengkapi surat kelengkapan kendaraan. Bahkan satu kendaraan roda dua diantaranya berplat merah.

Kaur Satlantas Polres Cilegon, Iptu Benny Galingging mengatakan, Operasi digelar serentak di seluruh Indonesia mulai dilaksanakan dari 30 oktober hingga 12 november 2018. Fokus utama pada operasi ini, lanjut Kaur, dititikberatkan pada penindakan pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan termasuk menyangkut kelengkapan surat dalam berlalu lintas.

“Sasarannya, utama kepada pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan. Kalau disini (Operasi di Sumampir) pemeriksaan terhadap surat kendaraan dan surat mengemudi,” ungkapnya di sela-sela operasi.

Dalam operasi ini, banyak pengemudi diantaranya yang merupakan pekerja swasta dan pelajar terjaring karena tidak dilengkapi surat kendaraan. Pada data operasi dua hari terakhir yang dilaksanakan di Landmark dan kawasan Bonakarta, sambung Benny, Satlantas sedikitnya telah mencatat sekitar 350 pengendara yang ditilang.

“Sekarang kan memang jam pulang kerja, jadi banyak sekali yang terjaring. Tetapi kita melihat banyak pengendara yang sudah mulai lengkap,” tandasnya.

Benny mengakui jika satu kendaraan yang ditilang pada operasi kali ini merupakan kendaraan plat merah. Dimungkinkan pengemudi tidak membawa surat kendaraan lengkap.

“Kemungkinan kalau ditinggalkan kendaraan itu, satu, dia tidak mrmbawa surat-surat. Saya masih belum cek, tapi biasanya tidak membawa surat-surat kendaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Cilegon, Tuah Mamana Sitepu yang turut dalam operasi tersebut menyatakan bahwa dari puluhan angkot yang terjaring didapati 3 unit kendaraan diamankan pihaknya. Soal satu unit plat merah yang ditilang, menurut Tuah, setiap tindakan pelanggaran yang dilakukan dalam operasi gabungan ini tidak memandang plat kendaraan itu berasal. Baik plat merah, kuning maupun plat kendaraan pribadi tetap ditindak bila ditemukan adanya pelanggaran.

“Pelanggaran kan tidak melihat platnya itu berasal atau warnanya, tetapi ditindak kepada pengendaranya bila memang melanggar. Aturannya memang demikian, Itu sudah ketentuannya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here