CILEGON, SSC – Muatan batubara sebuah kapal tongkang yang bersandar di Perairan Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, terbakar, Kamis (18/7/2019). Belum diketahui muatan kapal ini terbakar namun nelayan setempat mulai khawatir dengan asap dan api yang keluar dari kapal.

Berdasarkan penelusuran Selatsunda.com dilokasi, kapal tongkang batubara bernama lambung CB 121 Banjarmasin. Saat dilokasi, asap putih tampak keluar dari muatan. Api juga tampak sudah mulai merembet pada muatan. Bau yang keluar juga tercium menyengat.

Salah seorang nelayan, Ahmad Jaelani mengatakan, kebakaran tersebut sudah terjadi selama 4 hari. Kebakaran, kata dia, tampak terlihat jelas ketika malam hari.

“Ini sudah empat hari, kalau siang itu keluar asap putih tidak terlihat ada api. Tapi kalau malam hari, baru keluar apinya,” ujarnya.

Muatan batubara di kapal CB 121 Banjarmasin mengeluarkan asap

Kejadian itu sudah mengkhawatirkan nelayan dan warga setempat. Warga khawatir jika asap yang keluar mengganggu kesehatan.

“Kalau kehirup ke kita merusak badan. Meledak sih kemungkinan nggak, cuman sekarang itu merembet aja itu,” tuturnya.

Ia tidak mengetahui apa penyebab muatan itu terbakar. Menurut dia, kapal tongkang bermuatan batubara yang biasa lego jangkar tidak biasa terbakar sendirinya. Kejadian ini jarang terjadi.

“Biasanya kalau sandar, biasanya batubaranya di semprot. Ini tidak seperti biasanya kalau lego jangkar,” urainya.

Hingga saat ini, belum ada satupun petugas dari pemerintah yang melakukan tindakan atas kebakaran kapal itu. Ia berharap, petugas segera melakukan tindakan sehingga tidak membahayakan wargs khususnya nelayan yang melaut di Perairan Merak.

“Belum ada. Dibiarin aja kayak gitu,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here