CILEGON, SSC – Lahan rekalamasi seluas 2,8 hektar yang akan digunakan oleh PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) untuk perluasan pabrik khususnya pembangunan jetty masih belum terselesaikan dengan PT Krakatau Steel (KS). Hal ini membuat perusahaan asal Korea ini belum bisa melakukan aktivitas pengerukan pasir laut karena Surat Izin Kerja Keruk dan Rekalamasi (SIKR) belum diterbitkan Kementerian Perhubungan.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), Kim Yong Ho usai melaksanakan penanaman mangrove di Pantai Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (18/7/2019).

“Kita masih menunggu approval dari Kementerian Perhubungan,” ujar Presdir diterjemahkan oleh Direktur Manufacture PT Lotte Chemical Titan Nusantara, Jojok Hardijanto.

Kim Yong Ho menyatakan, saat ini permasalahan lahan masih dikomunikasikan LCI dengan KS. LCI masih menyelesaikan 2,8 hektar dari 5,1 hektar lahan yang diklaim KS.

Baca juga  Mantap! PT Pelabuhan Cilegon Mandiri Raih Predikat Top BUMD Terbaik 2024

“Kita sedang diskusi dengan Krakatau Steel sekarang dan kita punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah itu dengan KS,” terangnya.

Informasi yang diterima selatsunda.com, LCI kembali membahas masalah itu di Kemenhub pada Senin, (15/7/2019) lalu. Kabar terakhir, Lahan itu berstatus quo dan tengah diselesaikan oleh Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

“Belum ada keputusan sampai sekarang, siapa yang (memiliki kewenangan menyelesaikan masalah lahan) ini. Kita sedang diskusi untuk menyelesaikan masalah itu,” sambung dia.

Baca : Kerjasama B2B Dengan KS Masih Mandek, Lotte ‘Pikir-pikir’ Lanjutkan Investasi Bangun Pabrik

Sekalipun pelik masalah, kata dia, LCI tidak akan menarik investasinya dari Indonesia. Pihaknya memastikan investasi pembangunan pabrik di Kota Cilegon yang telah digelontorkan hingga Rp 1,4 Triliun dari nilai keseluruhan Rp 55 Triliun yang diinvestasikan, masih tetap berjalan.

Baca juga  Ini Pesan Walikota Cilegon Helldy Agustian untuk PPPK yang Dilantik

“Saya kira tidak. Lotte akan tetap berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Investasi akan terus berjalan,” terangnya.

Ia berharap, kerjasama Bussiness to Bussiniess (B2B) antara LCI dan KS tetap berjalan harmonis. Penyelesaian masalah diharapkan secepatnya dapat membuahkan solusi.

“Kita pengennya KS dan kita harmonis. kita ingin cepat, investasi ini cepat terealisasi. Tetapi kita juga ingin penyelesaian secara damai dan tidak ada yang kecewa,” urainya.(Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini