Ratusan kendaraan wisatawan yang hendak menikmati libur di Anyer pada Hari Raya Idul Fitri 2018 mengantre panjang di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Kepolisian Resort (Polres) Cilegon telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempersiapkan pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), persiapan dua momentum ini akan difokuskan pada jalur Wisata Anyer dan  jalur penyeberangan  Pelabuhan Merak.

Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Iwan Nurfrianto mengatakan, fokus utama pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru akan di konsentrasikan di Pelabuhan Merak dan Wisata Anyer. Khusus jalur wisata anyer, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan cara buka tutup jalur jika wisatawan membludak di jalan raya dari Anyer hingga Ciwandan dan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon.

“Kita lihat situasi dilapangan, itu (rekayasa lalu lintas) situasional. Kalau misalnya arus (kendaraan) masuk jam 09.00 WIB, antrean sudah sampai Chandra Asri, kita sweeper dulu, kita cek dulu baru kita setting anggota, kita akan lakukan one way pendek dulu. Kalau memang arus wisata padat dan membludak, kita akan lakukan (rekayasa lalin) tahapan kedua, (dari JLS) sampai mercusuar (Anyer),” ungkapnya ditemui di Mapolres Cilegon, Kamis (13/12/2018).

Selain rekayasa lalin, kata kasatlantas, fokus lalu lintas yang juga diperhatikan menyangkut kondisi jalan. 90 persen dari jalan yang ada di Cilegon dan Anyer dinyatakan layak untuk dilalui wisatawan dan penumpang penyeberangan.

“Untuk kondisi jalan, alhamdulilah, sudah lumayan layak. Karena ada dua jalur, di jalur Ciwandan dan jalur dari JLS. Jalan (JLS) yang longsor juga sudah diperbaiki. Mungkin sekitar 90 persen jalurnya sudah layak untuk jalur wisata dan yang mudik ke Sumatera,” paparnya.

Ia menghimbau agar masyarakat yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Merak dan berwisata ke Anyer dapat mematuhi dan memperhatikan aturan berlalu lintas. Masyarakat juga diminta tidak menggunakan kendaraan truk terbuka untuk menghindari kecelakaan.

“Kita menghimbau ke masyarakat agar tidak menggunakan losbak baik untuk kegiatan pengantin, tasyiah, atau yang mau rekreasi. Apalagi yang kapasitasnya melebihi, sampai berjubel itu sangat rawan dan bahaya,” himbaunya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?