CILEGON, SSC – Adanya tudingan oknum aparat kepolisian Polres Cilegon yang turut bermain proyek saat aksi di Cilegon Center Mall, beberapa waktu lalu oleh salah satu elemen masyarakat direspon oleh Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso.

Lebih jauh Rizki mengaku, dirinya sudah mendengar adanya informasi itu. Bagian Profesi Pengamanan (Propam) di Polres, sambungnya, akan memproses lebih lanjut terkait informaai tersebut.

“Saya sih udah mendengar informasi itu. Jikalau memang terbukti aparat di Polres Cilegon bermain proyek, kita (Polres Cilegon) kan punya Propam, biar Propam sendiri yang melakukan tindakan tegas terhadap oknum aparat tersebut,” kata Rizki kepada Selatsunda.com saat ditemui usai Pemusnanahan Miras di halaman Kapolres Cilegon,” Rabu (6/62018)

Terhadap oknum, kata Kapolres, akan diproses pada sidang kode etik yang ada di kepolisian. Bilamana terbukti melanggar kode etik maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Enggak langsung dicopot begitu aja. Ada mekanisme dan kode etik yang harus ditempuh. Sebelum melakukan pencopotan kita lihat dulu permasalahanya seperti apa? Ada tahapan yang harus dilakukan, seperti sidang, penilaian dari atasan dsb,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan massa yang tergabung dalam Barisan Bela Masyarakat Cilegon melakukan aksi unjukrasa di Cilegon Center Mall (CCM), Cilegon, Kamis (31/5/2018) yang telah menuding adanya dugaan keterlibatan oknum Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan Aparat yang terlibat bermain proyek. Massa meminta agar para oknum ditindak tegas. Karena akibat masalah-masalah itu turut memicu konflik horizontal di masyarakat. (Ully/red)

Komnetar anda tentang berita diatas?