Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah pada DLH Cilegon, Muhriji. (Foto Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pabrik baru pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bagendung, Kota Cilegon yang akan dibangun dengan dana Bank Dunia diperkirakan akan dilakukan pada Januari 2024 mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Muhriji mengatakan, saat ini rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah dari bantuan Bank Dunia dalam proses tahapan kajian. Beberapa yang tengah dikaji diantaranya Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS), penyusunan Basic Design hingga manajemen konstruksi.

“Untuk (pabrik pengolahan sampah) yang bantuan bank dunia itu masih dalam proses perencanaan. Perencanaan itu meliputi Feasibility Study, basic design, DED kemudian sekarang lagi jalan perencanaan konsultan untuk manajemen konstruksi,” ungkap Muhriji, Rabu (10/1/2024).

Baca juga  Besok, Sebanyak 110 Tenaga Honorer Cilegon Dilantik Jadi Tenaga PPPK

Selain kajian tersebut, pihaknya juga tengah merampungkan perataan lahan yang akan digunakan. Saat ini dari 1 hektar lahan yang disiapkan, perataannya telah rampung 90 persen.

“Sekarang sudah hampir 90 persen diratakan. Jadi kita sedang mengejar pematangan lahannya, tinggal di cross check Pusat lagi,” paparnya.

Jika seluruh tahapan tersebut rampung dikaji, kata Muhriji, pembangunan pabrik diperkirakan akan dibangun pada akhir Januari 2024.

“Saya berasumsi di bulan Januari akhir akan dimulai,” terangnya.

Muhriji menjelaskan, seluruh pembangunan pabrik dari bantuan Bank dunia akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Pabrik itu nantinya akan mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) dan Refuse-derived Fuel (RDF) dengan kapasitas 200 ton perhari.

Baca juga  8 Kecamatan di Cilegon Diminta Siapkan Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Kota 2024

“Jadi nanti TPST ini bukan hanya mengelola sampah menjadi BBJP tetapi juga RDF. Kalau untuk BBJP kan nanti akan ke Indonesia Power, kalau untuk RDF ke pabrik-pabrik seperti pabrik semen,” pungkasnya. (Ronald/Red)