CILEGON, SSC – Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Cilegon, Yani Bambang menyebut jika  penyakit kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human papillomavirus (HPV). Faktor risiko yang menyebabkan para wanita terpapar HPV diantaranya hubungan seksual yang tidak sehat, pernikahan dini dan pola hidup yang buruk.

“Pemicu utama terjadi kanker serviks bagi perempuan ini, pola hidup yang buruk dan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan,” kata Yani Bambang kepada Selatsunda.com ditemui usai HUT IIDI ke-69 yang digelar di Aula Puskesmas Jombang,” Rabu (10/1/2024).

Kata Yani, untuk membantu para wanita  mendeteksi dini penyakit kanker serviks ini, IIDI Kota Cilegon akan memfasilitasi para perempuan Cilegon untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), rumah sakit, laboratorium, Kimia Farma untuk melakukan pemeriksaan Ivatest, Pap Smear.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

“Jadi jika terdeteksi penyakit kanker serviks, maka akan kami rujuk ke rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta,” ujar Yani.

Untuk itu, Yani menghimbau kepada para wanita di Kota Cilegon, untuk menjaga kebersihan kewanitaan, melakukan edukasi yang bersifat interen serta mengajak para wanita untuk pola hidup sehat dan tidak bertukar pasangan.

Senada dengan Yani, Ketua IDI Kota Cilegon, dr Arif Darma Hartana mengatakan, kanker serviks bagi perempuan sangat berpotensi meninggal dunia jika tidak ditangani secara serius. Usia yang paling rentan terkena kanker serviks bagi perempuan itu, antara usia 30 tahun atau perempuan yang sudah monopos.

“Sangat bahaya sekali jika sudah stadium 4 (kanker serviks). Bahaya bagi perempuan yang mengidap kanker serviks pasti akan meninggal dunia. Untuk itu, antisipasi terhindar dari penyakit mematikan ini dengan cara perawatan secara rutin daerah kewanitaan, melakukan IVAtest di setiap puskesmas,” ujar Arif.

Baca juga  Wow, TPSA Bagendung Bakal Diaspal Gunakan Campuran Plastik Kresek

Melihat fenomena tersebut, Arif meminta seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran akan kanker serviks. Maka dari itu, ia menyarankan agar wanita memproteksi dirinya sedini mungkin dengan melakukan vaksinasi HPV.

“Wajib kita memproteksi wanita-wanita Indonesia dengan vaksinasi. Dari dini, seawal mungkin kita cegah,” tutur Prof Yudi.

“Tingkatkan antibodi di dalam tubuh wanita. Ketika mereka masuk ke dalam sexual debut (aktif secara seksual), dia sudah terproteksi antibodi yang dibangun dari vaksin yang diberikan pada wanita itu,” pungkasnya. (Ully/Red)