Dua kandidat Calon Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar berjabat tangan usai penyampaian visi, misi dan program kerja mereka saat Rapat Paripurna di DPRD Cilegon, Kamis (11/4/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dua Kandidat Wakil Walikota Cilegon baik Ratu Ati Marliati dan Reno Yanuar diberi kesempatan menyampaikan visi, misi dan program dalam Rapat Paripurna Penyampaian Visi, Misi dan Program Kerja Calon Wakil Walikota Cilegon yang digelar di DPRD Cilegon, Kamis (11/4/2019).

Dihadapan anggota dewan dan tamu undangan, Ati sebagai pendaftar pertama bakal calon diberi kesempatan mengawali penyampaian visi dan misi. Dalam paparan, Ati menyatakan, pembangunan yang ada di Cilegon tidak terlepas dari komitmen kepala daerah dalam mewujudkan RPJMD 2016-2021. Sisa periode RPJMPD dari tahun 2019 – 2021, kata Ati, merupakan periode yang dinilainya sangat strategis. Karena untuk mempercepat sasaran pembangunan, fungsi dan peran wakil walikota sangat dibutuhkan dalam membantu tugas walikota mewujudkan komitmen pembangunan.

Selama tiga tahun berjalan, menurut Mantan Kepala Bappeda ini, RPJMD masih belum sepenuhnya tuntas. Berbagai tantangan masih harus dihadapi diantaranya bagaimana menciptakan iklim investasi di Cilegon dapat dijaga agar tetap kondusif. Tantangan lain juga menyangkut tentang SDM. Menurutnya, SDM harus ditingkatkan agar menghasilkan SDM yang berdaya saing dan mumpuni.

Untuk menjawab tantangan pembangunan tersebut, Ati menyampaikan beberapa program ungggulannya jika nanti terpilih menjadi wakil walikota. Salah satunya yang akan diprioritaskan adalah memberi kemudahan perizinan investasi.

“Pertama kita ingin mendorong percepatan dan meningkatkan semua layanan, perizinan melalui sistem layanan yang terintegrasi. Sehingga ini akan memudahkan investasi bisa masuk di kota cilegon,” ujarnya.

Selain itu, ia akan memberdayakan program yang telah ada. Program Dana Pembangunan Wilaya Kelurahan (DPW-Kel) yang selama ini dijalankan pemerintah, kata Ati, adalah program yang ampuh dalam mendorong pemerataan pembangunan di Cilegon.

“Kemudian juga kita akan mengintervensi beberapa program pemberdayaan umum atau umkm, yang sudah dilakukan pemerintah termasuk pemertaan pembangunan kota cilegon yang kita lakukan melalui DPW-kel,” ungkapnya.

Pada paparan selanjutnya, Ati juga menyinggung upayanya mensolusikan permasalahan tumpang tindih regulasi antara pemeritah kota, provinsi dan pusat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Ia berjanji akan berusaha menyusun suatu formula regulasi supaya tidak lagi ada perbedaan kewenangan dan merugikan masyarakat.

“Disini kita lihat adanya perbedaan kewenangan yang insya Allah akan kita atur sedemikian rupa agar tidak lagi nanti antara kota, provinsi dan pusat tidak tumpang tindih. Sehingga masyarakat yang menjadi korban sebuah kegiatan yang tidak kita kehendaki,” tuturnya.

Sementara, calon wakil walikota Cilegon yang mendaftar bakal calon urutan kedua, Reno Yanuar mengatakan, dirinya maju mencalonkan diri didasari karena RPJMD masih belum dituntaskan. Oleh sebab itu, ia akan membantu Walikota, Edi Ariadi untuk menyelesaikan target yang belum tercapai.

Sebagai calon bilamana nanti terpilih wakil walikota, Reno yang juga Ketua PDIP Cilegon akan membuat berbagai perubahan di Cilegon. Ia berkomitmen menjadikan Cilegon sebagai kota industri, perdagangan dan jasa terbesar di Indonesia.

“Maka perlu adanya upaya memantapkan kemandirian perekonomian daerah. Pemerintah Kota Cilegon harus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah dan terus menggali potensi pendapatan semaksimal mungkin,” paparnya.

Untuk mewujudkan itu, kata dia, produk perda yang telah ada perlu ditegakkan. Supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat meningkat signifikan.

“Kedepan kita harapkan perda-perda yang berkaitan dengan pajak dan retribusi untuk direvisi, karena tidak sesuai kondisi di lapangan. Dan mendorong kepada Satpol PP untuk tegas dalam menegakkan peraturan daerah kota cilegon. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah yang besar,” paparnya.

Selain itu, ia juga akan menata RTRW kembali. Hal itu perlu agar penataan kota mudah dilakukan secara menyeluruh. Ia juga menyinggung bila terpilih menjadi wakil walikota, akan mengentaskan kemiskinan. Masalah mengenai angka pengangguran tinggi juga akan dipecahkan lewat membuka lapangan kerja selebar-lebarnya dan menciptakan wirausaha baru. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?