CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Cilegon menggelar deklarasi Anti Money Politik, Hoaks dan Politisasi SARA. Komitmen yang dibangun dengan melibatkan masyarakat ini diselenggarakan di lapangan terbuka yang ada di Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Kamis (11/4/2019) pagi tadi. Tampak, masyarakat yang hadir begitu antusias. Mereka sepakat, kompak dan lugas menolak aktivitas politik uang.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Didih M Sudi mengatakan, dipilihnya Kecamatan Jombang sebagai kampung anti money politic ini untuk mewujudkan pemilu yang aman, nyaman dan damai. Melalui penyelengaraan gebyar ini, kata dia, kesadaran masyarakat terhadap bahaya politik uang dan politisasi SARA dapat terus dibangun.

“Kampung Anti Money Politic yang digelar kali ini tidak hanya digelar di Cilegon saja, melainkan di kabupaten atau kota lain telah dibentuk kampung anti money politic. Kita sosialisasikan kampung money politic agar masyarkat bisa menghindari akan bahaya politik uang,” kata Didih kepada awak media disela-sela kegiatan tersebut.

Warga Turut Serta dalam kegiatan Bawaslu di Lapangan Terbuka yang ada di Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang.

Untuk membangun kesadaran akan bahaya politik itu, menurut Didih, perlu pendekatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pendekatan hukum lewat pendakatan budaya dan membangun kesadaran.

“Dari awal kita memulai di tokoh masyarakat kemudian didukung melalui pihak Kelurahan dan Kecamatan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menuturkan, wilayah di Kecamatan Jombang merupakan wilayah yang dianggap rawan terhadap aktivitas politik uang. Sebab, dari tahun-ke tahun, sering ditemukan adanya transaksi tersebut oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Wilayah Jombang memang sangat rawan terhadap aktivitas haram sepertgi ini. Dari tahun ke tahun sering kita temukan adanya transaksi money politic,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan praktik politik uang ini menjadi tanggungjawab bersama. Bukan hanya tugas dari Bawaslu tetapi juga tugas seluruh elemen masyarakat.

“Keuntungan money politik sebentar tapi dampaknya lama,” katanya.

Dengan sosialisasi ini, kata dia, masyarakat diharapkan dapat lebih perduli mencegahnya. Maka dari itu, peran serta masyarakat sangat penting supaga tidak ada lagi praktik tersebut.

“Perlu diingat, partisipasi masyarakat lah yang harus lebih ditingkatkan. Jika tingkat partisipasi warga tinggi tentunya tidak ada aktivitas money politic seperti ini,” harapnya.(Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here