Mahasiswa berteriak dan memasang spanduk saat rapat paripurna di DPRD Kota Cilegon, Senin (6/9/2021). Foto screenshoot video

CILEGON, SSC – Rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Cilegon terjadi kegaduhan, Senin (6/9/2021). Saat paripurna berlangsung, sejumlah mahasiswa yang hadir dan duduk di atas balcon tiba-tiba berteriak dan membentangkan spanduk penolakan.

Kegaduhan tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 wib saat digelar rapat paripurna terkait Nota Kesepakatan KUA/PPAS Tahun 2022 dan Pengumuman Masa Reses Tahun 2021.

Kejadian itu terjadi saat Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj akan menutup rapat setelah menyepakati nota kesepakatan KUA/PPAS dengan Pemerintah Kota Cilegon.
Disela-sela Ketua DPRD Isro menutup rapat, seorang mahasiswa di balcon meniup pluit dan berteriak “APBD untuk rakyat. APBD untuk rakyat,” ujar mahasiswa.

Mahasiswa itu langsung diamankan oleh petugas keamanan DPRD. Bersamaan itu pula, mahasiswa lain berusaha membentangkan spanduk di atas balcon. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Kammi menggugat tolak politisasi dana APBD,”. Tidak lama, spanduk tersebut langsung diturunkan petugas.

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

Para mahasiswa ini diketahui berjumlah 4 orang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Cilegon. Mereka pasca gaduh langsung digelandang petugas keluar gedung DPRD.

Ketua KAMMI Kota Cilegon, Ediansyah menuding, rapat paripurna KUA/PPAS yang diselenggarakan merupakan mal administrasi. Karena dalam proses kesepakatan rapat tersebut dibahas diluar kota yang dinilainya tidak terdapat transparansi kepada publik.

“Pada hari ini ada pengesahan APBD Perubahan 2021. Tapi disini terjadi mal administrasi. Di mana rapat ini dilakukan diluar kota, yang tidak melibatkan masyarakat, yang tidak melibatkan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

“Dan juga tidak ada transparansi, apa yang menjadi hasil dari anggaran perubahan APBD itu. Ini sudah tidak benar,” ungkapnya.

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

Ia mengaku, mahasiswa karena rapat tersebut telah disahkan akan melayangkan somasi menyuarakan mosi tidak percaya. (Ronald/Red)