Walikota Cilegon, Helldy Agustian membacakan tanggapan/jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda RPJMD Kota Cilegon Tahun 2021-2026 di DPRD Cilegon, Jumat (16/7/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CIELGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian menyampaikan tanggapan/jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda RPJMD Kota Cilegon Tahun 2021-2026 di DPRD Cilegon, Jumat (16/7/2021).

Orang nomor satu di Kota Cilegon ini turut menyampaikan jawaban terkait program 5.000 beasiswa. Di mana sebelumnya hal ini saat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DRPD pada Rabu (14/7/2021) lalu sempat disorot fraksi terkait realistis tidaknya program tersebut dalam setahun dengan 1.250 sasaran mahasiswa.

Dalam tanggapan mengenai program 5.000 beasiswa menjawab pandangan umum Fraksi Golkar, Helldy menyebutkan, skema pendanaan program tersebut berupa biaya pendidikan atau pembayaran uang kuliah.

“Serta uang saku bagi siswa tidak mampu yang menempuh pendidikan di luar Cilegon hingga lulus kuliah atau selama-lamanya 9 semester,” ujarnya Helldy membacakan jawaban.

Baca juga  Bahas RPJMD 2021-2026, Pansus DPRD Cilegon Temukan Banyak Penyusunan Program Menyimpang Permendagri

Ia mengungkapkan, dengan rencana alokasi sebanyak 1.000 orang dan pembayaran bertahap pertahun diproyeksikan anggaran dibutuhkan Rp 112,308 miliar periode Tahun 2021-2026.

“Tetap anggaran itu kan tahun 2021-2026, harus 5.000 lah. Tapi kan lihat budgetingnya saat ini. Kalau sekarang sinkronosasi, kita sesuaikan dengan budgetannya. Tapi untuk tahun depan sudah 1.000,” ungkapnya usai paripurna kepada media.

Meski masa kepemimpinannya bersama Wakil Walikota, Sanuji disesuaikan dengan aturan pemilihan saat ini hanya memimpin 3 tahun 8 bulan, Helldy meyakini 5.000 beasiswa yang diprogramkan selama 5 tahun tetap akan dapat terealisasi.

“Anggaran itu kan setiap tahun RPJMD, nanti disesuaikan dengan anggaran yang ada. Harus 5 tahun, program kita kan 5 tahun,” paparnya.

Baca juga  Wali Murid SDN di Cilegon Keluhkan Pembelian Buku Paket Ditengah Pandemi

Diketahui selain menyampaikan tanggapan tersebut, Helldy mengawali jawaban pandangan umum Fraksi PDIP dan Partai Gerindra terrkait proyeksi pendapatan tahun 2021-2026. Dalam jawaban pandangan tersebut, proyeksi didasarkan beberapa pertimbangan.

Proyeksi pendapatan hingga 2022 dengan pertimbangan kondisi historis akan menggunakan skenario moderat. Skenario itu dilakukan karena kinerja yang pendapatan pada 2020 mengalami penurunan signifikan dampak pandemi. Dengan aumsi kinerja ekonomi baru membaik di tahun 2023.

Menyangkut pandangan Fraksi PKS, Fraksi PAN, Fraksi Nasdem-PKB tentang penanganan banjir akan diatasi dengan pembangunan tandon di 4 titik rawan banjir baik di Cibuntu, Bulanan, Sukmajaya maupun Karang Asem. (Ronald/Red)