SERANG, SSC – Pengunjung mengeluhkan mahalnya pungutan parkir motor di Kawasan Wisata di Banten Lama. Hal ini diutarakan Miftah (37) saat memarkir kendaraannya di Banten lama yang dipungut Rp 5 ribu.
Ia merasa keberatan karena biaya parkir dianggap terlalu mahal tak seperti di tempat parkir lainnya yang rata-rata hanya memungut Rp 2 ribu.
“Tadi saya diminta Rp 5 ribu pas mau pulang, ini bagi saya kemahalan biasanya parkir kan ditempat-tempat lain yang ada tukang parkirnya hanya 2 ribu pungutannya,” ujarnya kepada Selatsunda dilokasi Banten Lama, Jumat (26/6/2020).
Ia sempat meminta keringanan kepada penjaga parkir karena tidak memiliki cukup uang. Saat itu petugas enggan menuruti permintaan meski pada akhirnya mengurangi pungutan parkir.
“Saya kan gak ada uang, awalnya saya cuma au ngasih Rp 2 ribu, cuma dia gak mau. Keukeuh harus 5 ribu, setelah saya bilang gak ada akhirnya dia minta Rp 4 ribu. Yaudah mau gak mau saya bayar,” terangnya.
Dikonformasi terpisah, Kapolsek Kecamatan Kasemen, AKP Muh Cuaib mengatakan, pungutan parkir yang dipungut penjaga parkir harusnya sukarela dan tidak ada unsur paksaan.
“Gak boleh. Harusnya biasa saja gak ada paksaan. Kalau gak ada gak papa bilang saja lagi gak ada duit,” ujarnya di kawasan parkir Banten Lama.
Pungutan parkir yang dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan karcid tanpa logo hanya bentuk upaya mencegah keamanan dan ketertiban kendaraan di Kawasan Banten Lama.
“Tidak ada nominal uang, hanya bukti parkir buat di cek nanti pas keluar untuk safety. Kalau gak ada kartu parkir nanti dimina STNK untuk memastikan keamanan,” katanya.
Ia mengaku sengaja membiarkan masyarakat mengelola parkir dengan sukarela karena hingga saat ini belum ada perda yang mengaturnya karena merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
“Disinikan belum ada Perda yang mengatur, cuma masalahnya banyak masyarakat yang parkir di dalam, kalau tidak ada masyarakat yang ngatur ini kemungkinan akan rawan hilang. Sehingga masyarakat yang markir itu ya kalau ada jasanya itu buat masyarakat yang jaga parkir. Cuma kan kalo gak ada jasanya juga mereka gak mau,” paparnya.
Ia memaparkan, jika parkir tidak dibantu untuk ditertibkan ada saja pengunjung yang melaporkan kendaraannya hilang. Maka dari itu masyarakat meminta agar parkir di Banten Lama bisa ditata agar aman.
“Ada sebetulnya satgas keamanan dan kebersihan. Pernah dulu kita tidak ada yang ngatur parkir dan itu mencari kemana-mana yang parkirnya dan hampir setiap minggu ada laporan kehilangan. Ada pihak masyarakat yang meminta untuk mengatur, ya kita silahkan saja asal kendaraan aman dan rapih,” tungkasnya. (MG-01).

