20.1 C
New York
Kamis, Oktober 22, 2026
Beranda Peristiwa Pasca Terbakar, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam di Perairan Merak

Pasca Terbakar, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam di Perairan Merak

0
48

CILEGON, SSC – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di Perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, terbalik dan tenggelam. Setelah terbakar sejak Selasa (20/10/2026), Kapal milik PT ASDP ini tenggelam.

Kasubdit Patroli Airud Polda Banten, AKBP Lis Handaya mengatakan, kapal sudah mulai terbalik sekitar pukul 20.50 WIB. Sejam kemudian, kapal tak lama tenggelam.

“Jadi pemantauan kita dari awal itu dari pukul 19.50 WIB, itu kapal sudah mulai miring. Kemudian dia titik jungkir, haluan ke bawah itu, kurang lebih 20.50 WIB. Itu haluan yang harusnya ada di atas, dia berputar 90 persen di pukul 20.50 WIB,” ujar Lis Handaya dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Pasca kapal terbalik dan tenggelam, kata Lis, di lokasi langsung dipasangi bouy. Pemasangan Bouy itu sebagai penanda agar kapal penyeberangan lain dapat melintas dengan aman.

“Itu kan ada ketentuan dari solas dan hukum pelayaran, untuk diberikan tanda, agar pelayaran disana safe aman. Tidak dilintasi kapal-kapal yang nantinya akan nabrak atau kandas, karena kena badan kapal,” ucap Lis.

“Itu ditandai tidak boleh dilintasi, dipasang bouy merah,” sambungnya.  

Ia mengungkapkan, ada beberapa teknik pengangkatan kapal ketika tenggelam. Diantaranya dengan menggunakan balon udara, pengurasan dan perbaikan.

“Untuk tekniknya salvage refloting, salah satunya digunakan dengan balon udara yang besar. Kemudian ada teknik pengurasan ada juga teknis repair. Repair itu perbaikan permukaan, kemudian dikembalikan untuk dikuras,” ujarnya.

Pihaknya, kata Lis, akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk membahas upaya pengangkatan kapal.  

“Kita masih diskusi, menggunakan metode mana, belum ditentukan. Kami akan tunggu tim dari salvage dan KNKT,  menimbang dan mengingat situasinya. Ini kan alur, saya akan minta perizianan dari VTS untuk menutup sementara alur, karena ada aktivitas salvage, alur ini tempat keluar masuk kapal. Biar kita tidak terganggu, fokus pada pengampungan,” pungkasnya. (Ronald/Red)