Rumah pelaku penusuk Menko Polhukam, Wiranto di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dipasang garis polisi, Kamis (10/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

PANDEGLANG, SSC – Pelaku Penusuk Menko Polhukam, Wiranto, SA dan FD yang tinggal di sebuah kontrakan di Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang dikenal tetangga sebagai keluarga yang tertutup. Pasangan suami istri ini hanya sesekali menyapa tetanggannya dan keluar rumah untuk keperluan seperlunya.

“Mereka cuman ngobrol-ngobrol biasa, nggak sering. Biasanya dirumah saja. Kalau keluar itu, kalau mau beli makanan saja,” ujar salah seorang tetangga, Mulyadi, Kamis (10/10/2019).

Mantan Ketua RT setempat ini menyatakan, SA dan FD baru tinggal dikontrakan selama 8 bulan dari Bogor bersama anaknya berusia 13 tahun. Kesehariannya, kata dia, pasutri itu biasa menjual madu, token dan pulsa.

“Mereka, bisnis online. Saya pernah beli madu disini, terus pakaian anak, jualan pulasa, jualan token,” tuturnya.

Soal penusukan yang dilakukan tetangganya terhadap Menko Polhukam, Mulyadi mengaku sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Ia tidak menyangka tetangganya berani senekad itu menusuk mantan Panglima ABRI.

“Saya memang terkejut, kaget, kok berani senekad itu,” ungkapnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here