CILEGON, SSC – Pedagang di Pasar Kranggot, Kota Cilegon mengeluhkan kios tempat mereka berjualan kerap dilanda banjir. Selain itu, atap bangunan pasar pun bocor sehingga air jatuh ke kios mereka.
Salah satu pedagang pakaian, Diva mengatakan, setiap turun hujan lapak tempatnya berjualan di blok A sering kebanjiran. Akibat hujan ini, air kemudian menggenangi lantai pasar dan kios-kios para pedagang.
“Akibat banjir dan bocor pakaian yang saya jual terkena air hujan dari atap bagunan. Kalau udah kotor gak bisa dijual akhirnya kami juga yang rugi mba,” keluh Diva kepada Selatsunda.com ditemui di lokasi, Senin (3/1/2022).
Diva menambahkan, semenjak di bangun, tidak pernah ada peremajaan dari pihak UPT Pasar maupun dinas yang berkewenangan. Padahal, para pedagang telah membayar uang sewa bangunan selama 1 tahun senilai Rp 15 juta hingga Rp 35 juta. Kemudian juga membayar uang kebersihan Rp 1.000 per hari dan uang keamanan Rp 2.000 per hari.
“Yah semestinya diperhatikan. Minimal ada peremajaan atau perbaikan. Ini mah justru kita (pedagang) perbaikin sendiri dengan ditambal seadanya,” ujarnya.
Ia memohon kepada pihak UPT maupun dinas untuk lebih memperhatikan kondisi para pedagang yang sering terkena banjir dan bocor tersebut.
Senada dengan Diva, pedagang lainnya, Apid menuturkan, kebocoran tidak hanya kerap terjadi di Blok A tetapi pedagang di blok B dan C juga mengalami hal yang sama jika terjadi hujan.
“Kalau di total dari blok A, B dan C bisa 300 kios. Pernah kita sampaikan ke UPT, tapi dari UPT bilang tidak ada anggaran pemeliharaan. Yah mau gimana lagi Mba. Kita mau pedagang kecil keinginaya sih diperhatikan di perbaiki sehingga tidak banjir dan bocor kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, saat Kepala UPT Pasar Kranggot, Aceng Syafrudin saat dihubungi melalui telepon dalam keadaan tidak aktif. (Ully/Red)

