Dirnarkoba Polda Banten, Kombes pol Yohanes Hernowo didampingi Wakil Direktur Ditnarkoba, AKBP Fadil Zulkarnain menggelar pengungkapan kasus perkara narkoba di Polda Banten, Senin (9/9/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Ditnarkoba Polda Banten berhasil menangkap 5 terduga pelaku yang menyimpan ratusan kilogram ganja di Kampung Padurung Wetan, Desa Suka Menak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin (9/9/2019). Terbongkarnya narkoba yang disimpan di bekas kakus warga ini setelah polisi melakukan penyelidikan selama 3 hari.

Direktur Ditnarkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo mengatakan, kelima pelaku yang diamankan berinisial ME, A, B, R dan J. Salah satu dari pelaku merupakan residivis yang sebelumnya pernah ditangkap di Rangkasbitung. Dalam menjalankan aksi, kata dia, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda.

Baca : Ditnarkoba Polda Banten Amankan 3 Karung Ganja di Cikeusal

“Tersangka utama, ME. Kemudian pengendalinya P alias A, B, R dan J. Salah satunya, benar memang residivis. Untuk peran-peranya masih kita kembangkan. Karena Penangkapan masih tadi pagi, jadi kami belum bisa,” ujar Dirnarkoba didampingi Wakil Direktur Ditnarkoba, AKBP Fadil Zulkarnain saat menggelar pengungkapan kasus di Mapolda Banten.

Ia menjelaskan, terbongkar kasus penyimpanan ganja ini awalnya bermula dari penangkapan salah satu terduga pelaku sabu. Setelah didalami, petugas langsung bergerak ke lokasi pukul 05.00 WIB tadi pagi. Diamankan 4 terduga pelaku lain dengan barang bukti hampir mencapai seratus kilogram ganja.

“Jadi ini hasil penangkapan sabu 500 gram, Sabtu (7/9/2019) lalu. Kami berhasil mengungkap kasus ganja kurang lebih beratnya 82 kilo, 827 gram,” tuturnya.

Baca juga : Warga Kaget Bekas Kakus di Cikeusal Jadi Tempat Penyimpanan 3 Karung Ganja

Untuk mengelabuhi warga, lanjutnya, tersangka menyimpang ganja di bekas kakus. Lokasinya dekat dengan rumah salah satu tersangka.

“Jelas kalau ditaruh di sapiteng supaya tidak ketahuan. Jarang orang menyimpang begini di sepiteng,” bebernya.

Ia menerangkan, dari pengakuan para tersangka, barang terlarang itu dikirim lewat paket ekspedisi dan akan diedarkan di daerah Banten dan Jakarta. Mengenai sumber barang, kata dia, masih didalami penyidik.

Dirnarkoba menambahkan, pengungkapan kasus ini terbilang kasus besar. Selain barang bukti berjumlah besar juga diduga melibatkan jaringan narkotika yang ada di salah satu Lapas di Banten.

“(Kasus) besar. Karena memang selama polda disini belum pernah nangkap kurang lebih 82 kilo. Ini informasinya sebenarnya 100 kilo, tapi sudah terpecah-pecah dan tersisa hanya 82 kilo,” papar dia. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here