Rektor Untirta, Fatah Sulaiman mendampingi Gubernur Banten, Wahidin Halim meninjau gedung usai Soft Launching Gedung Fakultas Kuliah Terpadu dan Gedung E-Perpustakaan di kampus Untirta Sindangsari, Rabu (2/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Pembangunan kampus baru Universitas Sultan Ageng Titrayasa di Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang diperkirakan akan rampung pada 2020. Saat ini, pembangunan dua dari 11 gedung baik Gedung Fakultas Kuliah Terpadu dan Gedung E-Perpustakaan sudah mencapai 90 persen.

“Ini kita baru dua gedung yang kita soft launching, sudah 90 persen. Bangunan sudah berdiri, sudah tinggal penyiapan mebeler sama jaringan,” ujar Rektor Untirta, Fatah Sulaiman usai Soft Launching Gedung Fakultas Kuliah Terpadu dan Gedung E-Perpustakaan di kampus Untirta Sindangsari, Rabu (2/10/2019).

Untuk diketahui, Area lahan sekitar 12 hektar di Untirta Sindangsari akan dibangun 11 Gedung. Kesebelas gedung itu diantaranya Gedung Rektorat, Kuliah Terpadu, Perpustakaan, Auditorium, Laboratorium Terpadu, Fakultas Hukum, Fakultas Fisip, Fakultas FPEB, Fakultas Pertanian, Asrama Putra, Asrama Putri dan Pintu Gerbang.

“Kita disini minus FKIP dengan Teknik. Jadi 4 fakultas, kemudian asrama, ruang kuliah bersama terpadu dan ruang. Plus 1 gedung pusat pendidikan karakter,” ungkapnya.

Fatah menerangkan, kesebelas gedung dapat rampung pada April dan sudah bisa dioperasikan Juli 2020 mendatang.

“Jadi kita selesaikan April 2020. Pada bulan Juli baru akan kita pakai. Untuk pemindahannya akan secara bertahap,” tandasnya.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kunia Nugraha menambahkan, saat ini progress pembangunan 11 gedung yang didanai Islamic Development Bank (ISDB) sekitar Rp 700 miliar sudah mencapai 60 persen. Nilai proyek pembangunan itu, kata Kurnia yang juga Wakil Rektor II Nidang Umum dan Keuangan, termasuk fasilitas yang ada di seluruh gedung.

“Untuk fisik sekarang, bangunannya itu Rp 441 miliar. Rencananya kami akan mengusulkan lagi senilai Rp 60 miliar. Jadi kurang lebih sekitar Rp 505 miliar lah total seluruhnya. Kalau dengan 20 progra S3 dan Training Non Negeri, kurikulum kurang lebihnya Rp 700 miliar lah,” paparnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here