Pelabuhan warnasari Cilegon

CILEGON, SSC – Belum selesai dengan persetujuan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Banten, kini rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari yang sedang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon lewat PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) kembali terganjal. Untuk bisa membangun pelabuhan, PCM musti mendapatkan rekomendasi ruang pesisir dari Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Untuk diketahui, Pemprov bersama Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Banten saat ini sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Zona Wilayah Peisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZW2K). Dalam rancangannya, Pemprov Banten sudah membuat area-area kewenangan laut dari 0-12 mil yang terbagi dalam 14 poin. Keempatbelas poin ini diantaranya, selain zona industri 760 hektar  dan pertambangan pasir laut 46. 623 hektar.

Selanjutnya, zona pariwisata 28.416 hektar, zona perikanan tangkap 812.657 hektar, zona perikanan budidaya 35.212 hektar, zona pelabuhan 31,491 hektar, zona energi 2.443 hektar.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengakui belum mendapat rekom dari Gubernur Banten, Wahidin Halim terkait rekomentasi ruang pesisir tersebut sekalipun sudah mendapatkan dukungan dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Beberapa hari lalu sudah bertemu dengan Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) di Jakarta. pemerintah pusat siap bantu. Mereka (Pemerintah Pusat,red) mau bantu asalkan rekomendasi dari gubernur ada. Salah satu yang akan dibantu, dengan memberikan izin pandu dan izin tunda,” kata Edi kepada Selatsunda.com,” Sabtu (17/8/2019).

Disinggung soal kapan rekom Gubernur Banten dikeluarkan, kata mantan Kepala Bappeda Cilegon ini, akan secepatnya dikawal. Untuk mempercepat itu, pihaknya akan membahas lebih lanjut dengan Pemprov Banten.

“Nanti ada pertemuan. Tunggu aja,” pungkas orang nomor satu di Cilegon.

Sementara itu, Direktur Utama, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) Arief Rivai Madawi mengklaim pembangunan pelabuhan warnasari akan segera terwujud. Ia menepis jika rencana pembangunan pelabuhan menemui berbagai terkendala. Sebab, pemerintah pusat justru telah memberi sinyal untuk teralisasinya pembangunan Pelabuhan Warnasari.

“Saya kira gak ada hambatan atau ganjalan untuk merealisasikan pembangunan pelabuhan warnasari. pemerintah pusat udah positif bantu kok,” ujar Arief.

Masih kata Arief, jika pembangunan pelabuhan Warnasari ditargetkan akan segera dibangun pada 2020 mendatang.

“Mudah-Mudahan 2020 sudah proses pembangunan. Karena pemerintah pusat akan membantu proses perizinan pelabuhan.  RIP (Rencana Induk Pelabuhan) ada di Pak Gubernur (Wahidin Halim,red) tinggal kita aja melakukan audiensi dengan pak gubernur untuk membahas hal tersebut,” pungkas Arief. (Ully/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here