Ilustrasi (Foto Net)

PANDEGLANG, SSC – Pembebasan lahan jalan Tol Serang-Panimbang yang ada di Kabupaten Pandeglang diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2018 ini.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pandeglang, Teguh Weiyana mengatakan, pembangunan jalan tol Serang – Panimbang memerlukan lahan sebanyak 1.400 bidang tanah. Saat ini, lahan warga yang sudah diganti rugi untuk jalan tol itu telah mencapai 25 persen.

“Kami menilai sekarang masih sesuai time schdule. Karena target kami diakhir tahun 2019 bisa selesai 75 persen. Namun BPN justru mencanangkan selesai akhir tahun 2018,” Kata Teguh saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/8/2018).

Sejauh ini, kata Teguh, beberapa tahapan seperti pengukuran dan proses musyawarah dengan masyarakat sudah dilakukan. Namun saat pengumpulan berkas dan proses ganti rugi, BPN masih menemukan kendala.   Salah satunya, bukti kepemilikan tanah yang akan digunakan masih tidak lengkap.

“Kebanyakan pemilik lahan memiliki SPPT doang. Padahal itu bukanlah bukti yang sah kepemilikan, melainkan hanya bukti pembayaran pajak. Kami harus memastikan jika yang menerima itu adalah pemilik sah tanah. Kalau tidak kami bisa digugat,” lanjut Teguh.

Bilamana lengkap, kata Teguh, proses pembayaran ganti rugi bisa lebih cepat. Atas ketidaklengkapan itu, BPN terpaksa harus melakukan verifikasi berkas dengan waktu yang lama.

“Masalahnya lebih kepada alat bukti. Masyarakat banyak yang tidak punya alat bukti kepemilikan. Jadi harus teliti. Padahal biasanya proses verifikasi memakan waktu hanya sekitar 15 menit untuk 1 berkas jika lengkap,” tutupnya. (Azis/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here