Gedung Kejari Cilegon di Jalan Lingkar Selatan (JLS), kondisinya belum digunakan. (Foto Dok Ronald/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon terus menata pengelolaan asetnya. Satu diantaranya menindaklanjuti pemindahtanganan aset dengan Kejari Cilegon lewat mekanisme hibah.

Kepala BPKAD Kota Cilegon, Dana Sujaksani, Kamis (21/10/2021) mengatakan, antara Pemkot dan Kejari sudah membahas proses pemindahtanganan aset, beberapa waktu lalu. Aset yang diproses dengan cara saling hibah itu, kata Dana, yakni 1 aset milik Pemkot dengan 3 aset milik Kejari.

Dana merinci, untuk tanah dan gedung yang dihibahkan Pemkot ke Kejari yakni bekas Kantor DPMPTSP yang saat ini ditempati Kejari. Tanahnya seluas 8.074 meter persegi dan bangunannya 2.122 meter persegi.

Sedangkan Kejari menghibahkan aset diantaranya, Bekas Kantor Kejari di Lingkungan Kavling dengan luas bangunan 1.286 meter persegi, tanah pada Gedung Kejari di Jalan Lingkar Selatan (JLS) seluas 6.220 meter persegi dan tanah di Kelurahan Masigit seluas 3.640 meter persegi.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Satu aset Pemkot dan 3 aset Kejari, kita sama-sama proses lewat mekanisme hibah,” ujar Dana.

Dana menjelaskan, memang awalnya Pemkot dan Kejari merencanakan pelepasan aset dengan cara tukar guling (ruislag) namun prosesnya dianggap cukup panjang.
Keduanya kemudian memutuskan untuk saling hibah aset dengan mengacu pada aturan Permendagri Nomor 19 tahun 2016 tentang Pedoman Barang Milik Daerah.

“Bab 10 tentang pemindah tanganan, diantaranya Pasal 325 yaitu penilaian BMD dalam rangka penyusunan neraca pemerintah daerah, pemanfaatan atau pemindah tanganan. Penilaian BMD sebagaimana pada ayat 1 dikecualikan untuk pemanfaatan dalam bentuk pinjam pakai dan pemindah tanganan dalam hibah,” tuturnya.

“Jadi dengan aturan ini, hibah diperbolehkan,” sambungnya.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

Ia menyatakan, setelah masing-masing selesai memproses keadministrasian aset nanti akan dijadwalkan untuk penyerahan.

“Jadi setelah pertemuan kemarin itu, kita langsung buat timeline-nya, jadwal kapan penyerahan asetnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)