Mantan penderita ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) menunjukan bakatnya dengan bernyanyi pada kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Lapangan UPTD Balai Budaya Kota Cilegon, Kamis (21/10/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon merilis selama 2021 kasus ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa) tercatat sebanyak 794 orang. Angka ini jauh meningkat dibanding tahun 2020 hanya 580 orang. Mayoritas penderita dari kalangan remaja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengatakan, penderita gangguan jiwa ini mayoritas merupakan kalangan remaja. Generasi muda ini sangat rentan sekali mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi di masa peralihan dari anak-anak menuju remaja, banyak yang tidak siap ketika menghadapi masalah besar.

“Mayoritas penyebab terjadi gangguan jiwa ini karena ada rasa kecewa dengan orang lain, harapannya pupus dan para pengidap ini cukup lemah dalam menerima persoalan,” kata Ratih kepada awak media saat ditemui usai kegiatan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Lapangan UPTD Balai Budaya,” Kamis (21/10/2021).

Baca juga  Lintasan Rel Area Pelabuhan Merak Diperbaiki, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin Kendaraan Malam Hari

Ratih menerangkan, dari 8 kecamatan di Kota Cilegon, Kecamatan Cilegon terbanyak penderita ODGJ. Untuk Kecamatan Cilegon ada sebanyak 258 orang, Kecamatan Citangkil 152 orang, Kecamatan Cibeber 41 orang, Kecamatan Purwakarta 51 orang, Kecamatan Pulomerak 76 orang, Kecamatan Grogol 62 orang, Kecamatan Ciwandan 84 orang dan Kecamatan Jombang 70 orang.

Meski mayoritas penderita dari kalangan remaja, ia mengaku belum mengetahui secata detail usia penderita ODGJ tersebut.

“Untuk usia berapa si penderitanya, saya juga belum melihat dan mengetahui secara pasti. Karena masih berada di pemegang program. Saya sendiri hanya bisa mengambil dari jumlahnya saja,” ujar Ratih.

Menanggapi hal ini, Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengaku cukup kaget dengan banyaknya penderita ODGJ di Kota Cilegon. Dengan kondisi ini, ia meminta kepada Dinkes Cilegon untuk mengkaji penanganannya guna menekan angka penderita.

Baca juga  Waspada, Cuaca Ekstrem Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Diprediksi Landa Banten Malam Ini

“Cukup banyak juga. Coba puskemas coba data kembali penderita yang memang masuk katagori ringan, sedang dan berat. Kalau terlalu banyak begini, nanti bisa kita anggarkan untuk dibangunkan RS Jiwa,” ujar Helldy.

Politisi Partai Berkarya ini juga meminta agar Dinkes Cilegon menyiapkan dan menambah psikiater untuk membantu untuk membantu penderita ODGJ. Karena keberadaan dokter psikologi sangat dibutuhkan di setiap kecamatan mengingat saat ini masih minim.

“Di setiap puskesmas harus ada semua. Dan keberadaan dokter di puskesmas ini sangat membantu mempercepat kesembuhan dari pasien tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)