Kondisi Gedung Eks Matahari Lama milik Pemkot Cilegon di Jalan SA Tirtayasa yang rencananya akan dijadikan lokasi Mal Pelayanan Publik, Jumat (22/1/2021). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memiliki rencana untuk menata sejumlah aset untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya itu diantaranya akan dilakukan dengan mengelola Pasar Kranggot dan Gedung Eks Matahari Lama lewat skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Asda II Setda Kota Cilegon Dikrie Maulawardhana mengatakan, sejauh ini sudah ada badan swasta yang direkomendasikan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk penataan Pasar Kranggot dan Gedung Eks Matahari Lama lewat skema KPBU.

“Jadi rapat hari ini, menindaklanjuti rapat yang dilakukan oleh Aspirindo dengan Pak Wakil Walikota (Sanuji Pentamarta) di Pemkot Cilegon. Konsep yang ditawarkan oleh Asparindo ini yaitu konsep KPBU,” ujarnya usai Rapat Pembahasan Bentuk Kerjasama Revitalisasi Pasar dan Pusat Perbelanjaan di Kantor Pemkot Cilegon, Senin (9/8/2021).

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

Pola KPBU, kata Dikri, memiliki berbagai tahapan. Untuk menentukan layak tidaknya Pasar Kranggot dan Eks Matahari Lama dikerjasamakan perlu dilakilan kajian Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS).

” Dalam pola kerjasama sini, nantinya dari Asparindo harus mencantumkan FS yang nantinya mereka akan susun. Karena, dalam tahapan KPBU, Asparindo yang harus membuat FS,” kata Dikrie.

Kemudian aset daerah yang akan di KPBU-kan, kata dia akan dikaji komprehensif oleh pemerintah pusat. Diantaranya, kajian mengenai hak dan kewajiban, pengembalian modal, keuntungan dan lain-lainnya. Kajian ini dilakukan karena KPBU dikonsesikan dengan jangka waktu panjang.

“Jadi setiap konsep KPBU itu harus di approval oleh pemerintah pusat. Nantinya, Aspirindo ini diperkenankan untuk mengembalikan investasi yang sudah mereka tanamkan. Tapi tidak menghapus kewajiban-kewajiban mereka untuk menyumbangkan PAD/kas daerah,” tambah Dikrie.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Disinggung soal sepak terjang Asparindo, kata Dikrie, jika asosiasi tersebut telah banyak bekerjasama dengan berbagai daerah diantaranya Kabupaten Kerawang, Bali, Lampung dan Medan.

“Jadi mereka (Aspirindo) ini sudah profesional dan sudah berpengalaman,” ujarnya.

Dia menyatakan, rencana tersebut masih dalam kajian yang panjang. Mengawali itu, Pemkot nanti akan mengkaji layak tidaknya FS yang dibuat.

“Ini kan prosesnya panjang, makanya kita mengawali itu. Kita lihat dahulu FS-nya,” pungkasnya. (Ully/Red)