Pekerja memilah sampah di TPSA Bagendung, Kota Cilegon. Foto Dok Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon resmi memutus kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung. Penghentian kerja sama ini berdasarkan Keputusan Nomor Surat : 660.1/058/Sekret Tanggal 12 Januari 2024 perihal Penghentian Pembuangan Sampah dari Kabupaten Serang.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menjelaskan, penghentian sampah dari Kabupaten Serang sudah dilakukan sejak 19 Januari 2024 lalu. Ia menilai, ada beberapa alasan Pemkot Cilegon mengambil langkah penyetopan tersebut. Yakni, masih dibahasnya  peraturan walikota terkait pelaksanan BLUD.

“Semua ini tengah kami bahas pembentukan BLUD TPSA Bagendung. Jadi, sejak 19 Januari 2024 hingga Febuari sudah tidak ada kiriman sampah milik Kabupaten Serang ke TPSA Bagendung,” kata Sabri kepada Selatsunda.com, Kamis (8/2/2024).

Sabri menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tengah menggodok 6 perwal (Peraturan Walikota) tentang pelaksanaan BLUD. Keenam Perwal ini diantaranya, Perwal kerja sama dan Perwal Tata Kelola Keuangan.

“Kami targetkan akhir bulan ini pembahasan BLUD selesai. Sehingga bisa kita bisa serahkan ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk bisa ditetapkan,” jelasnya.

Mantan Staf Ahli Walikota Cilegon ini menerangkan, alasan lain disetopnya sampah dari luar daerah itu juga karena adanya permintaan dari masyarakat sekitar TPSA terkait dengan Kompensasi Dampak Negatif (KDN) sekira 5 persen dari jumlah retribusi yang nanti akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Kita kan tidak bisa memberikan itu (KDN) dalam arti BLUD lah nanti yang akan melakukan (mengelola KDN). Karena selama ini, dari Kabupaten Serang KDN itu sudah menyatu dalam retribusi,” terangnya.

Pada tahun 2023 lalu, dijelaskan Sabri bahwa Pemkot Cilegon telah membukukan retribusi sebesar Rp 7 miliar atas kerja sama tersebut.

“Kita berharap volume sampah yang disepakati itu berkurang dari Tahun 2023. Kita hanya membatasi 50 truk per hari,” pungkasnya. (Ully/Red)