Pemkot Cilegon tinjau titik lokasi banjir di sekitar proyek Pabrik PT Lotte, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Minggu (4/2/2024). Foto Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon meninjau titik lokasi banjir yang ada di sekitaran proyek pabrik PT Lotte Chemical Indonesia, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Minggu (4/2/2024). Dalam tinjauan itu hadir Walikota Cilegon, Helldy Agustian didampingi Kepala DPUTR, Tb Dendi Rudiatna dan Kepala Disperindag, Andriyanti.

Diketahui, Helldy Agustian dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka datang ke lokasi di mana pada Sabtu (3/2/2024) lalu terjadi kejadian seorang pekerja meninggal dunia terseret banjir.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, kedatanganya kali ini untuk mengecek lokasi kejadian satu pekerja yang meninggal terseret air akibat banjir yang viral di media sosial. Selaku kepala daerah, Helldy menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban. Ia menyatakan, jenazah berhasil ditemukan oleh petugas gabungan dan dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Citangkil.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Mudah-mudahan Husnul Khotimah. Dan hari ini, saya melihat langsung seperti apakah kejadiannya. Dan terlihat ini kali, terus dari kali itu, tersetop di sana. Kemudian dibikin baru lagi tapi saluranya terlalu kecil. Sehingga mengakibatkan pada saat air dari seluruh masyarakat ke saluran ini, lalu dibuat seng  3-4 meter. Sehingga warga menyebut almarhum terpeleset namun almarhum tidak mengetahui jika itu kali,” kata Helldy.

Mengenai adanya kejadian tersebut, Helldy menyatakan, Pemkot Cilegon akan memanggil industri-industri terkait untuk bisa menyelesaikan persoalan banjir.

“Jika persoalan ini tidak cepat di selesaikan, maka akan terus berdampak lebih luar biasa. Coba lihat, ini daya tampungnya sangat kecil, dan hanya 1 pipa saja. 1 pipa aja ga akan bisa cukup. Dan waktu dekat, saya panggil PT Lotte, Osaka dan KIEC akan kita panggil,” tambah Helldy.

Politisi Partai Gerindra ini pun meminta semua industri yang ada di sekitar kejadian bisa mencari solusi agar banjir dapat ditangani.

“Saya instruksikan, dinas terkait bisa memanggil pihak industri untuk membahas dan menyelesaikan persoalan ini,” pungkas Helldy.

Sementara, Kepala DPUPR Kota Cilegon, Tb Dendi Rudiatna mengatakan, pihaknya dari hasil peninjauan tersebut akan memanggil manajemen PT Lotte Chemical, PT KINE dan PT PCM untuk membahas persoalan adanya penyempitan kali wadas atau kali asoka yang sebabkan banjir.

“Jadi kali di sana, berada di sekeliling perusahaan PT Lotte Chemical, PT PCM dan PT Kine ini menyempit dan memang harus diperbesar kali itu. Kedua, pada saat kejadian itu, memang air laut tengah pasang sehingga air tidak bisa mengalir ke hulu,” kata Dendi dikonfirmasi.

Mantan Sekretaris DMPTSP Cilegon mengungkapkan, beberapa perusahaan ini diminta untuk membuat jembatan pembuangan air atau gorong-gorong yang cukup besar untuk membuang air jika terjadi bencana di kemudian hari.

“Semestisnya dibuat gorong-gorong yang besar. Karena di sana pun ga ada gorong-gorong. Pembuanganya cukup kecil sehingga air itu pun tidak bisa dibuang ke laut,” jelas Dendi. (Ully/Red)