Wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) melakukan diskusi dengan Komunitas Banten Creative di Sekretariat PWKS, Kota Serang, Minggu (10/11/2019). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Perkembangan usaha kreatif di Kota Serang nampaknya belum sepenuhnya mendapat dukungan serius dari Pemerintah Kota Serang. Hal ini terjadi karena masih minimnya fasilitas yang disediakan utamanya bagi pelaku usaha baru yang masih belum memiliki modal yang besar.

“Memang pelaku usaha kreatif di Kota Serang masih belum maksimal mendapatkan fasilitas dari Pemkot Serang. Hal ini sedikit berbanding terbalik dengan pengusaha dari luar, cenderung lebih mudah,” ungkap salah satu anggota komunitas Banten Creative, Mattz, saat berdiskusi dengan Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) Minggu (10/11/2019).

Mattz menilai, selama ini pelaku ekonomi kreatif di Banten khususnya Kota Serang sudah membuktikan eksistensinya. Bahkan, penggerak ekonomi kreatif yang kebanyakan dari kalangan muda justru tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya.

“Dalam industri kreatif, Banten itu tidak kalah dengan Bandung, Yogya dan yang lainnya. Dari segi perputaran uangnya pun sudah cukup lumayan,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, Pemkot Serang diharapkan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan komunitas-komunitas lokal dalam industri kreatif tersebut. Karena kedepannya, diprediksi, industri kreatif ini dapat menjadi salah satu solusi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Potensi ekonomi kreatif ino tampak memunculkan ketertarikan dari DPRD untuk merancang Raperda pengembangan perekonomian kreatif di Kota Serang. Selain itu, dengan adanya Raperda ekonomi kreatif, diharapkan mampu untuk mengentaskan angka pengangguran yang ada di Kota Serang.

Anggota DPRD Kota Serang Fraksi PKS, Nur Agis Aulia mengatakan pihaknya tengah merancang Perda tersebut yang nantinya akan menjadi program legislatif daerah pada 2020 mendatang.

“Kami memiliki kewajiban untuk mengusulkan Raperda pada tahun depan, salah satu yang kami ingin yaitu penguatan pada pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Agis kepada awak media saat ditemui di gedung DPRD Kota Serang, kemarin.

Dia menerangkan, pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang paling berpotensi di Kota Serang, terlebih saat ini perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan yang signifikan.

“Kota Serang ini tidak ada potensi industri. Paling pelaku ekonomi lainnya, terlebih sekarang ini yang sedang hangat adalah jasa. Makanya itu hal inilah yang kita gencarkan,” terangnya.

Agis mengutarakan selain hal tersebut, pengembangan ekonomi kreatif juga dapat menjadi solusi dalam mengentaskan angka pengangguran yang ada di Kota Serang. Hal ini seiring dengan makin banyaknya pelaku ekonomi kreatif.

“Kalau memang sudah ada perdanya, saya kira akan banyak yang muncul, yang juga bisa memberikan dampak yang bagus untuk Kota Serang,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here