Pemprov Banten Siapkan Langkah Strategis Hadapi Nataru 2026, Salah Satunya Pastikan Kelancaran Distribusi Pangan

0
217

SERANG, SSC – Pemerintah Provinsi Banten bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota, Bank Indonesia (BI), dan perwakilan Kementerian Perhubungan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memastikan kesiapan pelaksanaan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Rakor ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan masyarakat Banten dan masyarakat luas, serta mengantisipasi berbagai potensi kendala yang mungkin terjadi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi Hartawan menyatakan dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, Pemprov Banten, tengah mengantisipasi keamanan terhadap  kebutuhan ketersedian pangan melalui jalur distribusi.

“Persiapan-persiapan ini juga meliputi persiapan ketersediaan pangan, keamanan dan lain-lain. Banyak hal yang harus kita antisipasi, bukan saja terkait cuaca yang tidak menentu, tapi juga memang jalur distribusi pangan antara daerah harus diperhatikan,” kata Deden, Rabu (10/12/2025).

Penanganan Jalur Distribusi dan Transportasi, sambung Deden, menjadi prioritas dan perhatian oleh Pemprov Banten. Di mana kelancaran distribusi pangan harus menjadi fokus utama.  Ini perlu dilakukan, mengingat peningkatan eskalasi volume mobil besar beberapa waktu lalu sempat menyebabkan sumbatan di jalur tol, kabupaten/kota, dan provinsi.

“Yang paling utama jalur distribusi jalan rayanya. Karena meningkatnya ekskalasi mobil-mobil besar. Oleh karena itu dengan rapat koordinasi ini kita bisa mengatur agar semuanya bisa terurai dengan baik,” tambah Sekda.

Langkah konkret yang akan dilakukan untuk menjaga stabilitas, sambungnya, dengan melakukan Operasi Pasar (OP) serta memastikan jalur distribusi pangan dari luar Banten dapat masuk dengan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Rawindra Ardiansah menepis jika jelang Nataru, tidak memungkinkan harga kebutuhan mengalami kenaikan. Meski demikian, keberadaan TPID harus mampu mewaspadai tren kenaikan pada beberapa sektor, khususnya pangan dan transportasi/logistik.

“Kami bekerjasama dengan TPID, untuk akhir tahun menjelang Nataru ada beberapa yang memang kita lihat dari tren beberapa tahun terakhir, memang kita waspadai. Yang pertama, pasti dari pangan,” jelas perwakilan BI.

Kata Rawindra, Banten memiliki neraca pangan, di mana komoditas yang surplus seperti beras masih dapat diandalkan. Namun, komoditas yang defisit wajar jika didatangkan dari luar daerah, sehingga jalur logistik harus diamankan karena komponen biaya logistik sangat memengaruhi pembentukan harga.

Selain pangan, BI juga mewaspadai sektor transportasi karena adanya periode liburan.

“Dari pihak  Kementerian Perhubungan diundang untuk membahas langkah-langkah, termasuk potensi diskon tiket pesawat dan pengaturan jalur darat (termasuk Pelabuhan Merak) sebagai upaya menekan harga,” pungkasnya. (Ully/Red)