Pemudik moto mulai menaiki kapal di Dermaga 7, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (31/5/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten mulai menerapkan pola kapal bongkar tanpa muat penumpang di Lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni. Pola bongkar tanpa muat ini diterapkan di 2 dermaga Pelabuhan Bakauheni. Sementara, 3 dermaga Pelabuhan Merak yang dipasangkan dengan 2 dermaga itu akan diberlakukan muat tanpa bongkar.

Kepala BPTD Banten, Nurhadi mengatakan, kebijakan bongkar tanpa muat mulai diberlakukan Jumat, (31/5/2019) malam ini pukul 20.00 WIB. Pemberlakuannya dengan melihat kondisi peningkatan jumlah kendaraan roda empat yang ada di Tol Tangerang-Merak.

“Kita dapat info dari gerbang Cikupa, disana sudah diatas 2.500 kendaraan, berarti disini sejam kemudian. Dengan informasi itu, kita mulai mainkan disini (Bongkar Tanpa Muat di Pelabuhan Merak). Pola 3 dermaga disini nggak pakai bongkar,” ungkapnya ditemui di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.

Baca : Ini Strategi Jitu Otoritas dan Operator Kapal di Pelabuhan Merak Atasi Antrean Mudik Lebaran

Sistem bongkar tanpa muat ini, kata Nurhadi, diberlakukan di 5 dermaga baik 3 dermaga di Pelabuhan Merak dan 2 dermaga di Pelabuhan Bakauheni. Tiga dermaga yakni dermaga 4, 5 dan 7 Pelabuhan Merak hanya memuat pemudik. Sesampai kapal di dermaga 5 dan 6 Pelabuhan Bakauheni, pemudik langsung dibongkar tanpa muat.  Sedangkan untuk dermaga lainnya, kata Nurhadi, difungsikan seperti biasa baik bongkar maupun muat.

“Jadi disana (Dermaga 5 dan 6 Pelabuhan Bakauheni) bongkar tanpa muat. Muatan (penumpang menyeberang) dari sana cuman kita berlakukan di 1, 2, 3 dan dermaga 7 eksekutif,” tandasnya.

Secara teoritis dengan pola itu, kata dia, daya tempuh kapal dapat dipersingkat. Pemudik juga dapat terangkut dengan cepat.

“Kalau kita kondisi normal seperti 1,2,3 dan 6 cuman itu 12 trip dermaga 5 dan 7, 12 trip. Kalau kita mainkan seperti itu, disini 45 menit sandar, sailing time 2 jam dan disana 30 menit bongkar saja. Itu tiga dermaga secara teori, itu naik 48 trip,” tandasnya.

Dengan pola itu juga, sambungnya, pemudik kendaraan roda empat lebih efektif terangkut. Pemudik dapat terangkut 600 unit perjam. Yang biasa dalam 1 kapal pada puncak mudik dapat terangkut 1.088 unit, namun dengan pola ini kapal bisa mengangkut 1.650 unit kendaraan.

“Kalau normal kan 1 pasang (Dermaga) 6 kapal, kalau 2 kan 12 kapal. Kalau 3, kita bisa mainkan 20 kapal padahal disana cuman 2 dermaga. Normalnya kan disana 2 dermaga 12 kapal, sekarang (dapat efektif) jadi 20 kapal. Tapi kemarin kejadian macet itu, kita belum sampai 20, baru 18 kapal,” tuturnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?