Ketua PKS Cilegon, Abdul Ghoffar di wawancara. (Foto Dok)

CILEGON, SSC – Partai Berkarya menyebut telah melakukan lobi-lobi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenai nama Ketua DPW Berkarya Banten, Helldy Agustian yang digadang-gadang akan kembali mencalonkan diri sebagai Walikota di Pilkada Cilegon Mendatang.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD PKS Cilegon, Abdul Ghoffar, Jumat (31/5/2019) menyatakan, lobi Berkarya yang disampaikan itu masih sebatas komunikasi awal. Sejauh ini, kata dia, belum ada kesepakatan apapun antara Berkarya dan PKS soal Calon Walikota yang akan diusung.

“PKS membuka ruang komunikasi dengan siapapun. Karena itu diperintahkan pengurus wilahah dan DPP. Artinya kita belum ada kesepakatan apapun karena baru sebatas komunikasi awal,” ujarnya.

Menurut Ghoffar, PKS tidak mempersoalkan rencana Berkarya mengusung Ketua DPW Berkarya Banten, Helly Agustian maju mencalonkan diri sebagai walikota dengan merangkul PKS. Karena dari hasil pileg ini, Berkarya meloloskan kadernya di DPRD Cilegon. Dari syarat minimal 8 kursi untuk pencalonan walikota, sambung Ghoffar, baik PKS dan Berkarya punya peluang bila berkoalisi. Apalagi dengan melihat peluang partai lain seperti Golkar dan Gerindra, memungkinkan dapat mencalonkan walikota yang nanti akan diusung sendiri.

Baca : Dapat Jatah 4 Kursi di DPRD, Berkarya Usung Helldy Nyalon Walikota Cilegon

“Kalau istilahnya boleh berandai andai, Berkarya dan PKS boleh mencalonkan, lalu itu diukur persentase di kursi parlrmen. Tapi kita tidak bisa hitung-hitungan begitu saja. Karena disana yang punya potensi banyak. Misalnya, Golkar otomatis bisa sendiri, Gerindra juga punya keinginan. Gimana kira-kira peta kekuatannya, yang nanti memungkinkan komunikasi lebih mendalam,” papar dia.

Untuk diketahui, Berkarya bakal mendapat jatah 4 kursi di parlemen Cilegon periode 2019-2024. Begitu juga dengan PKS meloloskan 4 kadernya melenggang ke DPRD Cilegon. Dalam pencalonan walikota dan wakil walikota pada pilkada Cilegon mendatang, kedua partai ini perlu berkoalisi untuk bisa ancang-ancang mengusung kepala daerah bersama-sama.

“Oh iya, kita (PKS) juga punya keinginan (calon walikota dan wakil walikota dari kader). Kan yang punya kesempatan utuh kan hanya Golkar, kita harus mengakui. Kita tidak bisa memaksain. Kan golkar dengan siapa saja boleh. Kalau kita kan harus kerjasama dengan yang lain,” paparnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?