Suasana dan kondisi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, belum lama ini.

CILEGON, SSC РSejumlah otoritas pelabuhan dan operator kapal di Penyeberangan Pelabuhan Merak menyepakati langkah-langkah yang diambil untuk mengnatisipasi antrean pemudik pada puncak Angkutan Lebaran 2019. Dalam kesepakatan  antara BPTD Provinsi Banten, KSOP Banten, PT ASDP Merak, Gapasdap Merak dan Infa Merak terdapat 11 poin yang dibuat diantaranya langkah-langkah strategis antisipasi antrean saat puncak arus mudik nanti.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkatan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Banten, Hotman Sijabat mengatakan, proses bongkar muat kapal bagi pemudik saat puncak mudik di Pelabuhan Merak nanti akan diskemakan berbeda dengan biasanya. Kapal yang sandar di Pelabuhan Merak hanya melayani proses muat dan langsung bongkar penumpang di Pelabuhan Bakauheni. Kapal usai bongkar penumpang, kata dia, langsung kembali ke Pelabuhan Merak tanpa melalui proses muat penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

“Jadi untuk meningkatkan kapsitas maka dermaga 4, 5 dan 7 Pelabuhan Merak akan dioperasikan berpasangan dengan dermaga 5 dan 6 Bakauheni, dengan pola operasi 45 menit port time di Merak, 30 menit port time di Bakauheni dan Sailing Time 120 menit. Didermaga Merak muat tanpa bongkar, sedangkan di bakauheni bongkar tanpa muat. Namun saa tiba di Pelabuhan bakauheni tidak dilakukan proses. Jadi kalau dengan skema ini, Ada selisih waktu yang dimanfaatkan itu,” papar dia usai rapat di Kantor KSOP Banten, Jumat (20/5/2019).

Ia menerangkan, salah satu strategi yang telah diputuskan itu telah disepakati bersama untuk tidak dilanggar seluruh operator kapal.

“Itu tidak boleh, memang sudah diatur seperti itu konsekuensinya kosong kesini. Ini sudah tiga kali rapat kita bahas, semua sudah sepakat ini,” terangnya.

Baca : Opsi Trayek Pelabuhan Ciwandan – BBJ Urai Antrean di Pelabuhan Merak Gagal

Dalam kesepakatan tersebut, pembahasan tentang tiket online dan manifes juga disepakati. Bilamana sistem berbasis digital ini nanti diterapkan dan mengalami gangguan, disepakati akan dikembalikan dengan perekaman data penumpang secara manual.

“Jadi tadi diputuskan, kalau sistem dimulai dan kemudian macet, langsung ke manual. Jangan lagi minta petunjuk,” ungkap Kepala Bidang Keselamatan Berlayar dan Penjagaan Patroli KSOP Banten, Josua Anthonie¬†menambahkan.

Hadir dalam rapat tersebut, Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi, Manager Usaha Pelabuhan PT ASDP Merak, Rudy Mahmudi, Kepala Cabang PT BBJ, Endin, Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu, Sekretaris Gapasdap Merak, Adam Hendriyono.

Seperti diketahui, Hasil keputusan rapat dalam rangka kesiapan Pelabuhan Banten menghadapi Angkutan Hari Lebaran 2019 mulai H-7 sampai H-1 disepakati otoritas Pelabuhan, operator kapal dan Organisasi Perusahaan Pelayaran di Pelabuhan Merak. Hasil itu diantaranya :

Pertama, kapasitas penumpang kapal sesuai dengan persyaratan keselamatan berlayar termasuk di dalamnya dispensasi. Namun memperimbangkan kondisi yang terjadi di lapangan pada tahun 2018, dimana dalam satu hari puncak terdapat 171.000 penumpang, sedangkan kapasitas sesuai persyaratan hanya 70.000 penumpang. Jika hal ini dimplementasikan ada sekitar 100.000 penumpang yang tidak terangkut. Sehingga dibutuhkan rencana selanjutnya.

Kedua, mulai H-7 sampai H-1 terutama pukul 18.00 sampai 08.00 pagi, jika terjadi penumpukan kedaraan di Pelabuhan Merak, maka semua truk angkutan barang dialihkan ke pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) melalui Cilegon Timur dan kantong-kantong parkir di rest area tol Tangerang-Merak.

Ketiga, terminal BBJ akan menyiapkan alat angkut dan dermaga serta sarana dan prasarana lainnya.

Keempat, setiap kapal yang sandar paling lama 60 menit atau 1 jam.

Kelima, dermaga alternatif baik PT Pelindo Banten, PT KBS, PT IKPP yang dicek dan disurvei tidak memungkinkan untuk disandari kapal-kapal roro yang saat ini beroperasi di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Keenam, untuk meningkatkan kapsitas maka dermaga 4, 5 dan 7 Pelabuhan Merak akan dioperasikan berpasangan dengan dermaga 5 dan 6 Bakauheni. Dengan pola operasi 45 menit port time di Merak, 30 menit port time di Bakauheni dan Sailing Time 120 menit. Didermaga Merak muat tanpa bongkar, sedangkan di bakauheni bongkar tanpa muat.

Ketujuh, dermaga 4 merak hanya dioperasikan pada malam hari dihari puncak mudik. Sedangkan di siang harinya, difungsikan sebagai dermaga cadangan.

Delapan, pada puncak arus mudik angkutan sepeda motor akan dikhususkan di dua dermaga yaitu dermaga 5 dan  7 dan secara bersaman didistribusikan ke setiap dermaga sebesar 200 sampai 500 unit.

Sembilan, PT ASDP sudah menyiapkan online penjualan tiket dan online manifes apabila sistem atau jaringan menemui kendala akan diberlakukan maual dan menyiapkan sistem by pass untuk pembayaran.

Sepuluh, jumlah petugas dan alat untuk penjualan tiket dan manifes akan disiapkan oleh opetator dan akan dilakukan simulasi.

Sebelas, Gapasdap dan INFA siap mengopersislan kapalnya dengan penuh (63 kapal). (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?