Suasana pembuatan SKCK oleh sejumlah pemohon di Polres Cilegon, Rabu (26/9/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Cilegon meningkat sejak dibukanya pendaftaran CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) oleh Kemenpan RB.

Pantauan Selatsunda.com, para pemohon SKCK harus rela antre membuat SKCK dari pukul 08.00 WIB.

Kaur Binop Satuan Intelejen Polres Cilegon Iptu Hadi Subeno mengaku, permohonan SKCK di Polres setiap hari biasanya hanya mencapai 30-40 pemohon. Namun selama 3 (tiga) hari ini, pembuatan SKCK mencapai sekitar 100 pemohon per hari.

“Bisa dikatakan selama 3 hari ini, permohonan SKCK selalu membludak. Bahkan, rata-rata hampir 100 pemohon. Sedangkan pada biasanya hanya sekitar 30-40 pemohon saja,” kata Hadi kepada Selatsunda.com saat ditemui di Polres Cilegon,” Rabu (26/9/2018).

Hadi menambahkan, guna meningkatan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pihaknya menambah waktu pelayanan di loket pendaftaran hingga selesai.

“Biasanya sih kita (Polres Cilegon,red) khususnya pembuatan SKCK tutup jam 15.00 WIB, tapi karena pembukaan CPNS ini, kita layani hingga selesai,” tambah Hadi.

Dijelaskannya, persyaratan yang harus dibawa oleh pemohon dalam membuat SKCK ini, yakni, Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM), Fotokopi Kartu Keluarga (KK), Fotokopi Akta Kelahiran atau Surat Kenal Lahir arau Ijazah Terakhir, Pas foto 4×6 berlatar background merah sebanyak 6 lembar.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang ingin membuat SKCK agar mempersiapkan persyaratan yang sudah ditetapkan. Disamping itu juga, warga juga bisa mengakses layanan SKCK online jika tidak bisa datang ke Polres Cilegon,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang warga Pulomerak, Mulya Rani mengaku membuat SKCK untuk syarat melamar sebagai CPNS di Pemkot Cilegon.

“Saya udah lulus dari perguruan tinggi beberapa tahun lalu. Semoga aja bisa diterima sebagai PNS di Kota Cilegon,” ucapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?