20.1 C
New York
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda Peristiwa Pendapatan Daerah Kota Cilegon Tahun 2026 Diproyeksikan Rp 1,9 Triliun

Pendapatan Daerah Kota Cilegon Tahun 2026 Diproyeksikan Rp 1,9 Triliun

0
300

CILEGON, SSC – Pendapatan Daerah (APBD) Kota Cilegon Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp 1,9 Triliun. Hal ini terungkap saat Rapat Paripurna dalam agenda Penyampaian Rancangan Perda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Kamis (6/11/2025).

Penyampaian Rancangan Perda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 disampaikan oleh Walikota Cilegon yang penyampaiannya dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Rancangan APBD Tahun 20226 disusun berpedoman pada dokumen KUA PPAS Tahun Anggaran 2026 yang telah disepakati bersama tanggal 31 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot menyampaikan prediksi indikator makro tahun 2026. Di mana terdiri dari laju pertumbuhan ekonomi tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, indeks pembangunan manusia, dan indeks gini.

Maman menyatakan, perekonomian Kota Cilegon masih ditopang oleh sektor industri pengolahan logam dan kimia sebagai sektor unggulan, meskipun dinamika global masih fluktuatif. Dengan dukungan pengeluaran pemerintah tahun 2025 dan rencana 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Cilegon, tetap terjaga. Kemudian tingkat kemiskinan juga ditargetkan turun.

“Pertumbuhan ekonomi Cilegon diperkirakan tumbuh stabil, pada kisaran 4,64 hingga 5,0 persen. Tingkat kemiskinan ditargetkan menurun menjadi 3,48 persen lebih rendah dari angkat provinsi Banten yang mencapai 5,43 persen,” ucapnya.

“Sementara tingkat pengangguran terbuka, diharapkan dapat turun menjadi sekitar 5,97 persen. Melalui penguatan sektor non industri, kemudahan perizinan usaha, pelatihan wirausaha baru dan akses permodalan bagi UMKM. Indeks pembangunan manusia ditargetkan 79,62 poin, sedangkan indeks gini sebagai ukuran kesenjangan pendapatan diproyeksikan 0,335 poin,” sambung Maman.

Maman menjelaskan, berdasarkan analisa terhadap isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah, rancangan KUA PPAS 2026, diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Ia menyatakan, untuk mendukung seluruh arah kebijakan APBD Tahun Anggaran 2026 yang dibahas sebelumnya, sektor pendapatan daerah diproyeksikan Rp 1,916 triliun. Sementara, belanja daerah dialokasikan Rp 1,951 triliun.

“Maka sektor pendapatan daerah ditargetkan, penerimaan sebesar Rp 1,916 triliun. Terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 980 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp 936 miliar. Sedangkan belanja daerah, dialokasikan sebesar Rp 1,951 triliun. Terdiri dari belanja operasi Rp 1,770 triliun, belanja modal Rp 170,84 miliar dan belanja tidak terduga sebesar Rp 10,610 miliar. Dalam penerimaan pembiayaan diproyeksikan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp 40 miliar dalam pos pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp 5 miliar,” pungkasnya. (Ronald/Red)