20.1 C
New York
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda Peristiwa Pertanian di Banten Tumbuh Pesat, Sumbang 11,73 Persen di Triwulan III/2025

Pertanian di Banten Tumbuh Pesat, Sumbang 11,73 Persen di Triwulan III/2025

Pertanian di Banten Tumbuh Pesat, Sumbang 11,73 Persen di Triwulan III/2025

0
200

SERANG, SSC – Bank Indonesia (BI) Banten melihat jika pertanian di Provinsi Banten menjadi penyumbang terbesar meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi di triwulan III Tahun 2025 mencapai 11,73 persen. Meningkatnya sektor pertanian di Banten ini, berdampak pada Nilai Tukar Petani (NTB) mengalami peningkatan. Serta Indek Keyakinan Konsumen juga naik menjadi 120,4 persen.

Kepala BI Banten, Ameriza M Moesa, menjelaskan, kinerja ini menjadi anomali positif di tengah tren pertumbuhan pertanian nasional yang tidak terlalu menonjol.

“Pertanian menjadi tren yang baik dan menggembirakan pada triwulan III. Ini perkembangan baru bagi Banten,” kata Ameriza pada kegiatan Taklimat Media di Kota Serang, Kamis (6/11/2025).

Ia menambahkan, meningkatnya pertanian di Banten disebabkan oleh karena karena pergeseran musim panen yang meningkatkan produksi padi, pertumbuhan ayam pedaging dan hasil perikanan, serta dukungan hilirisasi dan penguatan agroindustri di selatan Banten.

“Dari hasil grafik yang kami (BI) Banten jika pada Januari-Desember 2024 lalu aja, luas panen padi di Banten (dalam hektar) hanya mencapai 299.091. Sementara pada Jan-Des 2025 ditargetkan mencapai 347.700 atau sudah mencapai 16,25 persen. Sementara, produksi padi sendiri, pada Januari-Desember 2024 ditarget mencapai 1.867.431. Sedangkan target Januari-Desember 2025 ditargetkan mencapai 2.172.576 atau sudah mencapai  16,34 persen,” tambahnya.

Sumber pertumbuhan lain datang dari kinerja ekspor. Meski pasar global tengah berada dalam situasi penuh tekanan akibat ketidakpastian perdagangan internasional (trade war), Banten justru mampu meningkatkan nilai ekspornya.

Salah satu komoditas unggulan yang meningkat permintaannya adalah kakao, terutama dari pasar Eropa seperti Spanyol.

“Banten diuntungkan dengan ekspor naik ketika ekonomi dunia sedang tidak kondusif. Salah satunya kakao yang banyak diminati Spanyol,” ujar Ameriza.

Berdasarkan data BPS, ekspor Banten secara bulanan (MoM) terus meningkat di sektor non-migas, termasuk pada komoditas industri pengolahan dan perkebunan.

Selanjutnya, menurut BI Banten, pencapaian ini menunjukkan struktur ekonomi daerah yang kuat dengan sektor industri dan ekspor yang tetap resilien.

Namun demikian, penguatan di sektor pertanian dinilai menjadi peluang baru untuk memperluas basis ekonomi daerah agar tidak terlalu bergantung pada industri.

Ke depan, BI menilai penguatan daya saing ekspor, peningkatan produktivitas pertanian, serta pemerataan infrastruktur ekonomi akan menjadi faktor penting menjaga stabilitas pertumbuhan Banten pada triwulan mendatang. (Ully/Red)