Unsur Muspika Kecamatan Cilegon menyerahkan bantuan sosial (bansos) untuk warga yang diisolasi mandiri Covid-19,” Senin (19/7/2021). Foto : Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kecamatan Cilegon menyesalkan lambatnya pendistribusian paket sembako dari Dinas Sosial untuk warga yang menjalani Isman (isolasi mandiri) akibat Covid-19. Sebab, hingga saat ini terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang di isoman belum menerima bantuan sembako dari pemerintah.

Sekretaris Camat Cilegon, Mamat Rohimat mengatakan, jumlah warga di Kecamatan Cilegon yang terkonfirmasi Covid-19 selama PPKM Darurat tercatat sebanyak 313 orang. Ratusan warga yang positif dan di isoman diantaranya Kelurahan Bagendung 12 orang, Kelurahan Ketileng 34 orang, Kelurahan Bendungan 57 orang, Kelurahan Ciwaduk 49 orang dan Kelurahan Ciwedus 161 orang.

Dari jumlah tersebut, kata Mamat, ada sebanyak 150 KK di Kelurahan Ciwedus yang belum mendapat bantuan sembako. Begitupun, 72 KK di Kelurahan Ciwaduk belum mendapat bantuan yang sama.

Dia pun menyesalkan lambatnya pendistribusian bantuan tersebut. Padahal data warga yang di isoman telah diajukan sejak pekan lalu.

Baca juga  Wali Murid SDN di Cilegon Keluhkan Pembelian Buku Paket Ditengah Pandemi

“Ini yang kami sesalkan kenapa pendistribusian paket sembako begitu lama sekali. Mereka (Dinsos) bilang kalau setelah kami menyerahkan data harus di verifikasi terlebih dulu baru disalurkan. Tapi kan namanya mendesak harus gimana? Masak harus menunggu pasien meninggal dunia dulu baru sembakonya ada? Masak harus sembuh dulu pasiennya baru di kirim? Kami rasa pola seperti ini tidak tepat sasaran,” kata Mamat kepada Selatsunda.com ditemui di Kelurahan Ciwaduk, Senin (19/7/2021).

Menurut Imat sapaan akrabnya ini, semestinya data yang telah diberikan oleh pihak kelurahan bisa langsung ditindak lanjuti. Pihaknya meminta agar Dinsos tidak lama-lama melakukan verifikasi.

“Tidak mungkin pihak kelurahan dan RT/RW itu ngasih data yang salah. Karena mereka inilah yang langsung berada langsung di daerah tersebut. Kami memohon agar Dinsos Cilegon tidak perlu lagi verifikasi lama-lama,” tegasnya.

Baca juga  Bahas RPJMD 2021-2026, Pansus DPRD Cilegon Temukan Banyak Penyusunan Program Menyimpang Permendagri

Sementara itu, Kadisnsos Cilegon Ahmad Jubaedi menepis jika lamban mendistribusikan bantuan sembako. Sejak PPKM Darurat diberlakukan sudah ada sekitar kurang lebih 1.000 bantuan sembako yang disalurkan.

“Sudah ada sekitar 1.000 bantuan sembako yang kita sebar di 7 kecamatan. Kecuali satu kecamatan lagi, Kecamatan Ciwandan belum kami terima. Mungkin dari pihak kecamatan mengajukan bantuan ke industri,” terangnya.

Jubaedi mengklaim jika bantuan sembako yang disalurkan sudah tepat sasaran. Penyaluran itu berdasarkan data yang diajukan Satgas Covid-19 dari pihak RT/RW.

Meski sebagian sudah tersalurkan, kata dia, sisa sekitar 2.000 paket sembako masih dalam proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Cilegon.

“Paket sembako yang dibagikan ini kan ada terminnya. Dibagikan bertahap. Sekarang dalam proses di Barjas,” pungkasnya. (Ully/Ronald/Red)