Ketua Masyarakat Cinta Masjid Banten, Sahruji fotp bersama Pembina MCM Indonesia, Wiranto. (Foto Dokumentasi MCM Banten)

CILEGON, SSC – Kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Komunitas Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Provinsi Banten.

Ketua MCM Banten, Sahruji menyayangkan kejadian terhadap Wiranto di Alun-alun Menes Pandeglang yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina MCM Indonesia. Tak hanya itu, dirinya juga mempertanyakan SOP (Standar Operasional) yang dimiliki oleh Polda Banten dan Polres Pandeglang.

“Saya sebagai Ketua MCM Banten mempertanyakan SOP yang dimiliki Polres Pandeglang dan Polda Banten dalam melakukan sistem pengamanan di sana (Alun-alun Pandeglang). Semestinya, dalam radius berapa, tidak boleh ada orang lain yang merapat ke Pak Menteri,” kata Sahruji.

Atas kejadian ini, kata Sahruji, ia meminta sistem keamanan perlu dikoreksi agar tidak terjadi kejadian terulang kembali oleh pejabat yang datang ke Banten.

“Harus dikoreksi sistem SOP-nya. Semestinya, kalau ada menteri datang, lokasi harus steril. Jangan sampai bisa tersentuh oleh siapapun. Beliau kan Mentri, semestinya penjagaan dan pengamanan harus lebih ketat lagi,” tegas Sahruji.

Ia berharap, kejadian ini tidak terjadi kembali kepada pejabat yang datang dan berkunjung ke Banten.

“Saya berharap kejadian ini tidak kembali terulang kembali. Bahkan, saya meminta, agar aparat kepolisian di Banten dapat memberikan pengamanan yang ketat untuk penjabat yang datang dan berkunjung ke Banten,” harapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here