CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon mempersolkan adanya permintaan penyertaan modal sebesar Rp. 7,5 Miliar yang diusulkan Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM). Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon Babay Suhaemi ketika komisi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cilegon itu, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, dikatakan Babay, Komisi masih tidak mengerti apa dasar permintaan penyertaan modal itu. Padahal BUMD itu memiliki nilai deposit sebesar Rp12 miliar.

“Kita (Komisi III,red) mempertanyakan aja untuk apa penyerataan modal untuk mereka itu? Sedangkan PDAM memiliki deposito Rp12 miliar?,” kata Babay di ruang DPRD Kota Cilegon, Senin (14/5/2018)

Alasan permintaan pada pertemuan itu, dijelaskan Babay, tidak dirinci oleh pihak PDAM CM. Apalagi, saat itu Direktur Utama, Encep Nurdin tidak sedang ditempat.

“Untuk pastinya, kita aja belum diberitahukan detail bantuan modal itu untuk apa? Karena, waktu kita lakukan evaluasi ke PDAM, Direktur Utamanya tidak ada. Yang menerima kita hanya unsur pimpinan, namun mereka mengaku tidak bisa menjelaskan,” ujar Babay.

Pihaknya meminta agar Dirut PDAM dapat menghargai apa yang disampaikan komisi. Karena Dirut yang bertanggunjawab penuh atas usulan itu.

“Tentu dong. Kita akan kembali meminta penyelasan langsung dari Direktur Utama PDAM. Karena, yang memiliki wewenang penuh untuk menjelaskan permintaan modal kan bukan bawahan melainkan pimpinan langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai deposito yang dimiliki PDAM CM dipandang dapat digunakan untuk pengembangan bisnis. Tidak ada alasan jika PDAM meminta penyertaan modal kembali sekalipun untuk penambahan jaringan pipa air dan kebutuhan lainnya. Masih kata Babay, permintaan itu dinilai tidak berdasar.

“Lah kan mereka punya deposito Rp12 miliar? Kok minta lagi penyerataan modal dari Pemkot Rp7,5 miliar? Kalau mereka punya deposito Rp12 miliar kenapa harus minta lagi? Gunakan dulu aja yang ada saat ini,” tandasnya.

Terpisah, Direktur Utama PDAM-CM, Encep Nurdin mengaku, pihaknya memang memiliki deposito sebesar Rp12 miliar. Namun, deposito yang dimiliki saat ini, tidak cukup untuk penambahan jaringan yang akan dilakukan oleh PDAM.

“Yah kalau jaringan yang kita miliki di tambah otomatis pelayanan untuk masyarakat bisa lebih maksimal lagi,” kilah Encep.

Encep memaparkan, permintaan modal ini, hanya bersifat usulan dan belum tentu akan direalisasi oleh Pemkot Cilegon dengan persetujuan dari DPRD Kota Cilegon.

“Hanya usulan aja dari kita. Tergantung apakah usulan dari kita diterima atau tidak oleh Pemkot dan DPRD,” paparnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here