Sebanyak 45 pelajar diamankan petugas Mapolres Serang Kota karena terlibat tawuran, Senin (25/11/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI menjadi momentum yang diagungkan para guru. Namun peringatan hari besar dunia pendidikan Ke-74 Ini tercoreng oleh ulah para pelajar di Kota Serang. Pada hari ini, Senin (25/11/2019), peringatan untuk menghormati jasa pengabdian para guru ini malah dijadikan puluhan pelajar untuk tawuran.

Informasi yang dihimpun, tawuran itu awalnya dipicu dari pesan yang ramai di media sosial di kalangan pelajar. Dalam pesan tersebut, pelajar dari SMK PGRI 1 Kota Serang meminta kado dari pelajar lain. Alih-alih, kado bukanlah bentuk barang seperti yang ditunggu saat sedang berulang tahun namun sekolah itu meminta kado dengan menantang sekolah lain untuk memenuhi undangan tawuran.

“Awalnya kita dapat informasi dari intelejen, bahwa adanya informasi ulang tahun PGRI ke-74. Sehingga dari situlah, ajakan-ajakan muncul dari media sosial untuk melakukan tawuran,” ujar Wakapolres Serang Kota, Kompol Mirodin saat konferensi pers di Mapolres Serang Kota.

Pasca ajakan itu ramai di medsos, tawuran antar pelajar pecah di jalanan. Lokasi kejadian tawuran terjadi di tiga tempat baik di area Pakupatan dan Ciwaru, Kota Serang dan Waringin Kurung, Kabupaten Serang.

Polisi, kata Wakapolres, langsung bertindak. Ada sebanyak 45 pelajar langsung diamankan. Empat pelajar diantaranya berstatus lulusan SMP. Keempat puluh lima pelajar ini berasal dari berbagai sekolah di Kota Serang dan Kabupaten Serang, diantaranya SMK Fatahillah Kabupaten Serang, SMK PGRI 1 Kota Serang, SMK PGRI 3 Kota Serang, SMK Prisma Kota Serang, SMK 2 Pandeglang, SMK Insan Cendekia, SMK PGRI Kragilan, SMP PGRI Kragilan, dan SMP 2 Kramatwatu.

“Ada 45 pelajar yang kita amankan. Keempat puluh lima pelajar ini, 41 pelajar SMA dan 4 pelajar alumni SMP,” tuturnya.

Wakapolres Serang Kota, Kompol Mirodin dan jajaran menunjukan senjata tajam dan barang bukti lain saat pelajar tawuran

Selain mengamankan pelajar, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti saat tawuran. Pelajar saat tawuran kedapatan membawa gir motor dan celurit dari berbagai macam bentuk dan ukuran. Untuk kepemilikan barang bukti itu, kata Wakapol masih didalami oleh pihaknya.

“Ada 5 (pelajar) yang sedang kita didalami tentang kepemilikan senjata tajam ini. Karena dari barang bukti yang ada, belum ada yang mengakui,” tandasnya.

Pelajar yang terlibat, papar Mirodin, langsung dilakukan pendataan. Selain dipulangkan kepada keluarga, pelajar diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka kembali. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here