Sebuah eskavator digunakan untuk mengangkut sampah di Kali Gedong, Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang pasca terjadi banjir, Selasa (14/1/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Puluhan personel Polsek Bojonegara bersama Koramil Bojonegara turun membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat di Kali Gedong, Desa Margagiri Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa (14/1/2020). Aktivitas gotong royong sebagai upaya penanganan banjir yang terjadi pada Selasa (7/1/2020) lalu juga melibatkan PT Batu Alam Makmur (BAM) menurunkan eskavator untuk membersihkan sampah di lokasi.

Salah satu Direktur di PT BAM, Rilendi mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya dalam menangani persoalan banjir yakni dengan menormalisasi kali yang ada di sekitaran Bojonegara. Langkah itu dilakukan karena saluran terjadi penyempitan.

“Pertama, terjadi banjir di bojonegara, kami dari PT BAM menormalisasi kali yang bisa kami lakukan. Setelah kita pelajari pasca banjir banyak saluran maupun kali mengalami pendangkalan. Mengalami mampet, karena banyak bambu bekas dan pohon-pohon,” ujarnya ditemui usai dari lokasi.

Sebagai salah satu perusahaan pertambangan yang memiliki tanggung jawab dengan banjir di Bojonegara, kata dia, upaya normalisasi dilakukan sepanjang 1,2 kilometer. Normalisasi itu mulai dari hulu hingga ke hilir atau dari Kali Klancip di sebelah barat Kantor Kecamatan Bojonegara hingga ke laut. Untuk menormalisasi saluran, pihaknya menggunakan 4 unit eskavator.

“Kemarin kita sampaikan pada forum di pendopo bupati, kami sampaikan dari utara Desa Margagiri, fakta yang kami dapatkan banyak saluran atau gorong-gorong yang mampet dan mengencil. Bahkan ada yang ukurannya 40 centimeter,” paparnya.

Ia mengaku, pihaknya cukup diberatkan jika penanganan banjir di Bojonegara hanya dilakukan oleh PT BAM saja. Karena di lokasi banjir juga terdapat sekitar 6 sampai 7 perusahaan pertambangan yang juga memiliki tanggungjawab yang sama kepada masyarakat. Maka dari itu, harap dia, pemerintah dapat mengatasi masalah tersebut secara bersama-sama melibatkan perusahaan lainnya.

“Kalau semua dibebankan ke perusahaan kami, dan diklaim perusahaan kami sebagai penyebab banjir, kami juga tidak bisa menerima hal itu. Sebaiknya semua perusahaan baik yang yang bergerak di pertambangan yang posisinya sebelah timur jalan Bojonegara itu. Semuanya bisa diundang oleh pihak Kabupaten Serang untuk mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here